Aksi kenakalan remaja 'tawuran sarung' terjadi di sejumlah wilayah di Bangka Belitung (Babel). Polisi menegaskan akan menindak tegas pelaku tawuran tersebut.
"Jika mengarah ke perbuatan pidana, kami tidak akan ragu-ragu mengambil tindakan tegas," kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Bangka Belitung AKBP M. Iqbal Surbakti, kepada detikSumbagsel, Selasa (19/3/2024).
Atas maraknya aksi tawuran sarung, polisi meminta agar mengimbau kepada orang tua untuk tidak memberikan izin kepada anaknya keluar malam hari. Hal ini untuk menghindari tindak pidana, seperti tawuran remaja dan balap liar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih perduli terhadap keberadaan putra-putrinya di jam-jam malam. Kami mohon agar setelah kegiatan salat Tarawih, putra-putrinya diwajibkan berada di rumah," kata Iqbal.
Pihaknya prihatin terhadap kenakalan remaja yang terjadi belakang ini. Padahal, kata dia, perang sarung yang awalnya hanya hiburan malah mengarah ke perbuatan pidana.
"Semula kegiatan ini hanya sekedar untuk hiburan justru menjadi malapetaka bahkan mengarah ke perbuatan pidana. Ini sangat ironis, kegiatan yang tidak bermanfaat ini digawangi oleh para remaja tanggung," kata Iqbal.
Pihaknya pun akan melakukan patroli preventif untuk meminimalisir hal tersebut.
"Untuk meminimalisir kegiatan tersebut kita tetap melakukan patroli preventif menjadi kegiatan rutin yang ditingkatkan. Sekali lagi jika mengarah ke perbuatan pidana, kami akan mengambil tindakan tegas," tambah Iqbal.
Berdasarkan catatan detikSumbagsel, sejak Januari 2024, puluhan remaja di Bangka Belitung diamankan polisi hendak melakukan aksi tawuran, terbanyak di Kota Pangkalpinang. Pada Jumat (12/1) lalu, ada 16 remaja diamankan memabawa sajam yang akan tawuran. Seorang tewas saat dikejar dan terjatuh dari motor, berinisial GB (15) dan 7 pemilk sajam saat itu jadi tersangka.
Kemudian pada Minggu (25/2), 33 remaja di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel) diamankan Tim Satgas III Gakkum Polda Babel dan Polresta Pangkalpinang. Ada 25 sajam yang disita, dan mereka hanya dikenakan wajib lapor.
Selanjutnya di Kabupaten Belitung, pada Rabu (13/3), Polres Belitung mengamankan 16 remaja yang akan tawuran sarung. Mereka adalah pelajar SMP dan SMK. Setelah membuat perjanjian mereka dilepas dan dijemput orang tuanya.
Terakhir di Kota Pangkalpinang, pada Sabtu (6/3/2024), polisi gabungan mengamankan 22 remaja yang akan tawuran sarung. Termasuk di Kabupaten Bangka Selatan hal serupa juga terjadi.
(dai/dai)