Kamera pengawas atau CCTV yang mengarah ke lokasi Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya stafnya, Yuli Nofita Sari (29) dipastikan masih berfungsi. Rekaman CCTV ini dinilai dapat menjadi petunjuk penting terkait benar tidaknya dugaan penganiayaan tersebut.
Keberadaan CCTV tersebut awalnya menjadi polemik karena dilaporkan rusak. Padahal, kamera pengawas ini tepat mengarah ke parkiran depan kantin tempat kejadian perkara (TKP) Andi Tenri diduga melempar kue dan menyiram air ke wajah stafnya pada Rabu (22/7/2026).
"Kalau pun betul rusak, biar polisi yang menyampaikannya, pasti dia (penyidik kepolisian) punya alat untuk mendeteksi kapan rusaknya," kata kuasa hukum Yuli, Aly Arsandi kepada detikSulsel, Senin (27/7/2026).
Polisi sedianya sudah melakukan olah TKP dengan menghadirkan pelapor pada Sabtu (25/7). Yuli saat itu datang didampingi oleh kuasa hukumnya dan diminta penyidik untuk memperagakan adegan dugaan kekerasan tersebut.
Kendati begitu, CCTV di sekitar lokasi belum diperiksa lebih lanjut apakah menjangkau langsung TKP dugaan penganiayaan. Kuasa hukum Yuli mendesak penyidik untuk melakukan pengecekan.
"Kita ada di TKP melihat kondisi CCTV. Tentunya yang punya kewenangan itu adalah penyidik untuk memeriksa CCTV itu, apakah betul rusak atau tidaknya," paparnya.
Selain berharap pada rekaman CCTV, Yuli juga telah mengajukan 11 saksi ke Polres Bone yang diharapkan bisa memberikan keterangan terkait dugaan penganiayaan. Mereka adalah pejabat hingga staf Sekretariat DPRD Bone yang berada di lokasi kejadian.
"Ada 11 saksi yang diajukan klien saya ke penyidik. Mereka semua akan dijadwalkan pemeriksaannya oleh penyidik," beber Aly.
Para saksi dari kalangan Sekretariat DPRD Bone itu, yakni Andi Ikbal Baso (Kabag Fasilitasi DPRD), Andi Zulfikar Efendy (Kasubag Rumah Tangga DPRD), Andi Juanda Putra (ajudan Ketua DPRD), Andi Gugu (sopir ketua DPRD) dan Andi Wardi (staf humas). Sisanya merupakan staf Bagian Fasilitasi DPRD Bone, yaitu Anis, Accang, Hendra, Kasmir, Anti dan Syarif.
"Itu semua nama-nama yang diduga berada di lokasi kejadian saat Yuli diduga dianiaya. Mereka tentu akan dimintai klarifikasi oleh penyidik," tuturnya.
CCTV Dipastikan Berfungsi
Ketua Komisi 1 DPRD Bone Rismono Sarlim belakangan muncul dan memastikan bahwa CCTV yang berada di masjid dekat kantin lokasi dugaan penganiayaan itu tidak rusak. Dia menyebut yang rusak hanya kabel High-Definition Multimedia Interface (HDMI).
"CCTV tidak rusak. Barusan tadi saya cek sama Pak Sekwan," ujar Rismono kepada detikSulsel, Kamis (29/7/2026).
Kendati demikian, Rismono mengaku tidak berani mengecek secara pasti isi rekaman CCTV tersebut. Rismono beralasan dirinya hanya memastikan apakah CCTV tersebut rusak atau tidak.
"Tidak berani saya buka rekamannya, itu sudah menjadi ranah penyidik. Saya cuman pastikan apakah rusak atau tidak, hasilnya CCTV itu menyala dan tidak rusak," katanya.
Rismono menjelaskan bahwa CCTV itu memang tidak memiliki sambungan ke monitor karena kabel HDMI rusak. Namun dia memastikan CCTV itu tetap merekam dengan penyimpanan sampai 30 hari.
"Kabel HDMI-nya saja yang rusak, tapi penyimpanannya itu CCTV sampai 30 hari. Ada di hard disknya itu," jelasnya.
"Yang pasti itu CCTV bagus, hanya yang rusak kabel HDMI-nya. Kalau diganti itu kabelnya langsung muncul, tetapi merekam ji itu CCTV," sambung Rismono.
Update Penyelidikan Kepolisian
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan sebelumnya mengatakan pihaknya sejauh ini sudah memanggil saksi dari pelapor untuk dimintai keterangan. Namun belum ada dari saksi tersebut tidak memenuhi panggilan.
"Tunggu keterangan saksi yang lain dulu baru mengarah ke beliau (ketua DPRD Bone) terlapor," kata AKP Alvin kepada detikSulsel, Senin (27/7/2026).
"Saksi dari pelapor sudah diajukan oleh pelapor tapi gak ada yang mau datang. Tapi, insyaallah kami jadwalkan minggu depan," ucapnya.
Alvin sendiri belum merinci saksi yang sempat dipanggil. Selain itu, kata dia, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan termasuk melakukan olah TKP.
"Sementara baru saksi pelapor dan olah TKP langkah yang sudah kami lakukan. Sembari kita tunggu saksi lain dari pelapor," imbuh Alvin.
Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "
(hmw/hmw)