Ramai-ramai Saksi Tutup Mulut untuk Staf Korban Kekerasan Ketua DPRD Bone

Ramai-ramai Saksi Tutup Mulut untuk Staf Korban Kekerasan Ketua DPRD Bone

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 28 Jul 2026 05:45 WIB
Kuasa hukum Yuli, Aly Arsandi saat menyerahkan nama-nama saksi yang berada di lokasi penganiayaan Ketua DPRD Bone.
Foto: Kuasa hukum Yuli, Aly Arsandi saat menyerahkan nama-nama saksi yang berada di lokasi penganiayaan Ketua DPRD Bone. (Istimewa)
Bone -

Kasus Ketua Kabupaten DPRD Bone Andi Tenri Walinonong yang diduga menganiaya stafnya, Yuli Nofita Sari (29) masih bergulir di kepolisian. Yuli sedang berjuang mendapat keadilan saat para saksi ramai-ramai tutup mulut untuk memberikan kesaksian terkait dugaan kekerasan yang dilakukan Andi Tenri.

Para saksi merupakan oknum pejabat hingga staf Sekretariat DPRD Bone yang melihat aksi Andi Tenri diduga melempar kue dan menyiram air ke wajah Yuli di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7). Sayangnya, mereka dianggap tidak berupaya untuk melerai dugaan kekerasan tersebut.

"Paling bikin kecewa, laki-laki banyak di lokasi kejadian. Tetapi tidak ada satupun bersikap manusiawi untuk hentikan saat saya dilempar dan disiram," ungkap Yuli kepada detikSulsel, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuli menduga oknum pejabat dan staf yang berada di lokasi merupakan orang dekat Andi Tenri. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu itu merasa sakit hati lantaran para saksi tidak memberikan pertolongan.

"Mungkin karena bilang saya tidak pantas ditolong saat diperlakukan karena tidak ada ji jabatanku. Luar biasa kita orang rendahan, orang kecil diperlakukan semena-mena saja," paparnya.

ADVERTISEMENT

Yuli kini mempertaruhkan kariernya demi mempertahankan harga diri. Dia menyadari akan adanya risiko diberhentikan dari PPPK Paruh Waktu setelah memutuskan membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Saya tahu diri, saya tidak punya pegangan (bekingan) orang besar atau pejabat. Sudah sewajarnya sebagai orang kecil saya diinjak-injak sama orang yang punya jabatan dan kuasa," imbuh Yuli.

Yuli masih berharap agar para saksi tidak abai akan kejadian yang menimpanya. Yuli pun akhirnya mengajukan 11 saksi ke Polres Bone agar bisa membuka mulut dengan memberikan keterangan kepada penyidik.

"Ada 11 saksi yang diajukan klien saya ke penyidik. Mereka semua akan dijadwalkan pemeriksaannya oleh penyidik," ujar kuasa hukum Yuli, Aly Arsandi yang dikonfirmasi, Senin (27/7).

Para saksi dari kalangan Sekretariat DPRD Bone itu, di antaranya Andi Ikbal Baso (Kabag Fasilitasi DPRD), Andi Zulfikar Efendy (Kasubag Rumah Tangga DPRD), Andi Juanda Putra (ajudan Ketua DPRD), Andi Gugu (sopir ketua DPRD) dan Andi Wardi (staf humas). Sisanya merupakan staf Bagian Fasilitasi DPRD Bone, yakni Anis, Accang, Hendra, Kasmir, Anti dan Syarif.

"Itu semua nama-nama yang diduga berada di lokasi kejadian saat Yuli diduga dianiaya. Mereka tentu akan dimintai klarifikasi oleh penyidik," terangnya.

Aly meminta penyidik kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Jika para saksi tidak kunjung memenuhi panggilan kepolisian untuk diperiksa, pihaknya mendesak agar dilakukan pemanggilan paksa.

"Penyidik pasti kan menyurati dulu. Kalau pun ketika tetap tidak hadir pasti ada upaya paksa yang dilakukan penyidik untuk membuat terang ini perkara," tegas Arisandi.

Saksi Pelapor Ogah Beri Keterangan

Harapan Yuli agar para saksi memberikan pembelaan atau kesaksian, ternyata masih bertepuk sebelah tangan. Para saksi yang sempat dipanggil untuk memberikan keterangan, malah mangkir dari agenda pemeriksaan kepolisian.

"Saksi dari pelapor sudah diajukan oleh pelapor, tapi gak ada yang mau datang. Tapi, insyaallah kami jadwalkan minggu depan," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Senin (27/7).

Alvin belum merinci alasan para saksi ogah memberikan keterangan. Dia menegaskan, penyidik tetap fokus mengumpulkan keterangan saksi termasuk menunggu hasil visum dari pelapor.

"Sementara baru saksi pelapor dan olah TKP (tempat kejadian perkara) langkah yang sudah kami lakukan. Sembari kita tunggu saksi lain dari pelapor," terangnya.

Pihaknya juga akan mengecek rekaman CCTV menyusul adanya informasi mendadak mengalami kerusakan. CCTV itu terpasang di area depan masjid dan mengarah ke parkiran depan kantin DPRD Bone.

"Coba nanti kami kroscek (CCTV). Nanti dipastikan apakah betul CCTV-nya rusak atau hanya kabelnya putus," ungkap Alvin.

Ketua DPRD Bone Belum Diperiksa

Polisi juga belum mengagendakan pemanggilan terhadap Andi Tenri untuk dimintai keterangan. Penyidik berdalih masih mendahulukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor.

"Tunggu keterangan saksi yang lain dulu, baru mengarah ke beliau (Andi Tenri) terlapor," imbuh Alvin.

detikSulsel telah berulang kali berupaya mengkonfirmasi Andi Tenri terkait dugaan penganiayaan terhadap stafnya. Namun ketua DPRD Bone tidak kunjung memberikan jawaban.

Andi Tenri juga tidak berada di ruangannya di DPRD Bone saat dikunjungi pada Senin (27/7) pagi. Pada hari yang sama, Ketua DPRD Bone itu ternyata absen atau tidak menghadiri rapat Forkopimda tingkat Bone yang digelar di Baruga Lateya Riduni, Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone.

"Yang Forkopimda lain ada semua perwakilannya. Ketua DPRD saja tidak ada," kata Kepala Kesbangpol Bone Andi Gunadil Ukra kepada detikSulsel, Senin (27/7).

Rapat itu dirangkaikan dengan pengukuhan Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di 27 kecamatan se-Kabupaten Bone. Pertemuan tersebut bahkan tidak dihadiri perwakilan anggota DPRD Bone lain.

"Tidak ada anggota DPRD yang hadir. Tidak ada juga konfirmasinya," ungkapnya.

Rapat itu dihadiri Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Kepala BNNK Bone AKBP Risman Sani, Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, Wakapolres Bone Kompol Antonius, hingga perwakilan Pengadilan Negeri (Kejari) Bone dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone.

"Diundang (ketua DPRD Bone), karena Forkopimda. Ketua DPRD yang diundang," jelas Andi Gunadil.

Halaman 2 dari 2
(sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads