CCTV Tiba-tiba Rusak di TKP Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf

CCTV Tiba-tiba Rusak di TKP Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 26 Jul 2026 07:00 WIB
CCTV dekat kantin di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walaninong diduga aniaya staf Yuli Nofita Sari. dilaporkan rusak.
CCTV dekat kantin di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walaninong diduga aniaya staf Yuli Nofita Sari dilaporkan rusak. Foto: (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Kamera pengawas alias CCTV tiba-tiba dilaporkan rusak usai Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf PPPK paruh waktu bernama Yuli Nofita Sari (29). Kuasa hukum Yuli pun meminta polisi memastikan kondisi CCTV tersebut.

Kuasa hukum Yuli, Aly Arisandi mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa CCTV tersebut rusak. Namun pihaknya menyerahkan kepastian itu kepada kepolisian untuk melakukan pengecekan.

"Tentunya ada yang berkembang terkait pada persoalan perkara ini, ternyata kita ada di TKP melihat kondisi CCTV. Tentunya yang punya kewenangan itu adalah penyidik untuk memeriksa CCTV itu, apakah betul rusak atau tidaknya," ujar Aly kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut informasi bahwa CCTV di dekat tempat kejadian perkara (TKP) dalam kondisi rusak itu mesti dicek kembali. Hasil pendalaman polisi nantinya akan mengungkap kondisi CCTV sebenarnya.

"Tentunya hasil penyidikan nanti akan memunculkan (apakah CCTV itu betul rusak atau tidak)," katanya.

ADVERTISEMENT

Aly menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga memiliki kepastian hukum. Sebab, dia meyakini dalam kasus ini semua orang di mata hukum sama.

"Tapi kami pastikan kami akan pasti mengawal ini demi kepastian hukum sendiri. Karena apa? Asas itu mampu menjelaskan bahwa semua itu, semua orang itu sama di depan hukum," tegasnya.

Sementara, dalam pantauan detikSulsel, Sabtu (25/7), CCTV itu bermerek Hikvision 2MP DS-2CE16DOT-EXLPF Smart Hybrid Light Colorvu. CCTV terpasang di area depan masjid lama DPRD Bone.

Tampak jaring laba-laba yang mengelilingi CCTV tersebut, hingga kabelnya bergelantungan. Dari informasi yang dihimpun, pusat kendali CCTV berada di ruangan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bone.

CCTV itu mengarah ke parkiran depan kantin lokasi Andi Tenri diduga menganiaya Yuli. Belum dipastikan apakah CCTV itu bisa mencakup TKP dugaan penganiayaan.

Penampakan CCTV dekat TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Yuli Nofita Sari.Penampakan CCTV dekat TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Yuli Nofita Sari. Foto: (Agung Pramono/detikSulsel)

Terkait itu, Sekwan DPRD Bone Andi Muhlis yang dikonfirmasi sekaitan dengan CCTV tersebut tidak memberikan respons. Namun Muhlis belum menanggapi pesan singkat maupun panggilan telepon.

Polisi Olah TKP Kantin DPRD Bone

Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantin DPRD Bone, terkait kasus dugaan penganiayaan ini, Sabtu (25/7). Polisi turut menghadirkan korban dalam oleh TKP tersebut.

Sebanyak lima personel Satreskrim Polres Bone tampak mendatangi Kantin DPRD Bone, di Jalan Reformasi, Kelurahan Bulu Tempe, Kecematan Tanete Riattang Barat. Polisi langsung membentangkan garis polisi di kantin tersebut.

Dalam proses olah TKP, Yuli diminta memperagakan sekaligus menjelaskan secara rinci kronologi kejadian di hadapan penyidik. Sementara itu penyidik memasang tanda mulai pertama korban diduga dilumuri kue.

Yuli menyampaikan, insiden bermula ketika ia dipanggil ke kantin oleh Ketua DPRD Bone hingga kemudian Andi Tenri melumuri kue ke muka korban. Tak hanya itu Yuli mengaku wajahnya disiram menggunakan air dari botol minuman.

"Kemudian botol air tersebut dilempar ke arah saya. Ada juga sebuah botol berisi cabai (lombok) dilempar, lalu menyampaikan ini kue kamu memang beli," katanya.

Penyidik mencocokkan keterangan korban dengan kondisi lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan. Sejumlah titik di area kantin diperiksa untuk memastikan kesesuaian kronologi yang disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan keterangan usai melakukan olah TKP. Mereka langsung pergi meninggalkan lokasi.

Halaman 2 dari 2
(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads