Pertaruhan Harga Diri Staf Dilempar Kue-Disiram Air Ketua DPRD Bone Andi Tenri

Pertaruhan Harga Diri Staf Dilempar Kue-Disiram Air Ketua DPRD Bone Andi Tenri

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 25 Jul 2026 09:01 WIB
PPPK paruh waktu bernama Yuli Novitasari (29) menangis usai diduga dianiaya oleh Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.
PPPK paruh waktu bernama Yuli Novitasari (29). Foto: Istimewa
Bone -

Staf Sekretariat DPRD Bone, Yuli Nofita Sari (29) menolak berdamai usai diduga dilempar kue dan disiram air di muka umum oleh Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong. Yuli bahkan ikhlas dipecat sebagai PPPK Paruh Waktu demi mendapatkan keadilan atas sikap arogansi Andi Tenri terhadap dirinya.

Yuli mengatakan peristiwa itu terjadi di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Yuli mengaku awalnya diminta menyiapkan kue atas perintah ketua DPRD Bone untuk dua orang tamu.

"Awalnya minta kue, baru dari meka ambilkan kue langsung kusediakan karena ada dua tamunya. Satu mau disediakan di lounge," kata Yuli kepada detikSulsel, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berselang lama, Yuli ditelepon lagi oleh Andi Tenri untuk menyiapkan kue untuk tamu lain. Yuli kemudian menyampaikan bahwa kue yang diminta sudah disiapkan.

"Dia (Andi Tenri) telepon ka lagi kalau ada tamunya, saya bilang ada ji kuenya karena sudah dibagi dua," bebernya.

ADVERTISEMENT

Setelah itu Yuli kembali menerima informasi kalau kue yang diminta ketua DPRD dibawa ke kantin. Yuli mengaku sempat mengecek kue di lounge DPRD Bone, lalu ke kantin menemui ketua DPRD.

"Saya datang di kantin dan bertemu dengan ibu ketua, setelah berada di kantin ibu ketua langsung melumuri muka saya menggunakan kue serta menyiram air dan melempar menggunakan botol air tersebut dan mengenai muka saya," paparnya.

Sejumlah orang yang berada di kantin lantas meminta Yuli untuk meninggalkan lokasi. Yuli mengaku heran dengan kejadian itu lantaran dirinya hanya terdiam saat dipanggil ke kantin.

"Satu bosara kue na lempar di mukaku, na lemparka air, nalemparka botol lombok, padahal tidak ada salahku," tambah Yuli.

"Tidak pernah ka bicara satu kata pun. Baru dia (ketua DPRD Bone) bilang, 'tappana (mukanya), mularangka makan kue. Siapa yang bayar itu kue, kamu kah'," beber Yuli menirukan omongan dari Andi Tenri.

Yuli yang keberatan dan malu atas kejadian itu memilih melaporkan ketua DPRD Bone ke Polres Bone. Yuli melaporkan Andi Tenri terkait dugaan penganiayaan.

"Sudah saya laporkan ibu ketua DPRD Bone secara resmi di Polres Bone. Laporanku soal penganiayaan," ucapnya.

Ketua DPRD Bone sendiri belum memberikan penjelasan terkait laporan Yuli. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan membenarkan Yuli telah membuat laporan terkait insiden tersebut.

"Sudah masuk laporannya. Laporannya sekaitan penganiayaan," ucap Alvin.

Yuli Ogah Berdamai dengan Andi Tenri

Yuli mengaku sejumlah pihak mencoba melakukan mediasi. Namun dia menegaskan tidak akan berdamai dan akan melaporkan Andi Tenri juga ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone.

"Ada mi beberapa yang mediasi, tapi saya tidak mau damai. Saya mau melapor ke BK soal kode etiknya, baru sementara disusun kuasa hukumku," ujar Yuli.

Yuli tidak terima perlakuan kasar Andi Tenri. Dia menilai perbuatan ketua DPRD Bone terhadap dirinya sudah melewati batas karena tanpa alasan yang jelas.

"Karena tidak ada salahku dikasih begituka (dilempar). Baru tidak nakasihka kesempatan bicara, baru langsungka nakasih begitu (lempar)," katanya.

Menurut Yuli, terjadi misinformasi yang diterima ketua DPRD Bone terhadap dirinya soal kue untuk tamu. Meski demikian, perlakuan Andi Tenri membuat keluarga Yuli marah.

"Sebenarnya ini ada yang asal bicara ke Ibu Ketua. Orang itu mappalettu salah (menyampaikan yang tidak benar)," ujarnya.

"Intinya pihak keluargaku tidak ada yang terima perlakuan Ibu Ketua ke saya. Mereka geram," sambung Yuli.

Yuli Ikhlas Jika Dipecat dari PPPK

Di sisi lain, Yuli menyadari posisinya sebagai staf yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Dia juga menyadari tidak memiliki bekingan untuk mendapatkan keadilan atas perlakuan kasar ketua DPRD Bone.

"Saya tahu diri, saya tidak punya pegangan (bekingan) orang besar atau pejabat. Sudah sewajarnya sebagai orang kecil saya diinjak-injak sama orang yang punya jabatan dan kuasa," katanya.

Yuli pun menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib untuk diproses. Dia sudah siap menerima konsekuensi jika kasus ini akan berdampak pada pekerjaannya dengan potensi terburuk diberhentikan atau dipecat sebagai PPPK paruh waktu.

"Saya murni serahkan kasus ini ke kepolisian, semoga bisa dapat keadilan. Kalau pada akhirnya saya akan diberhentikan dari PPPK paruh waktu, saya siap terima," katanya.

Sebagai staf di Bagian Umum Sekretariat DPRD Bone, Yuli mengaku sudah bekerja maksimal. Dia selalu diminta untuk menyiapkan konsumsi bagi pimpinan hingga mendampingi reses, bahkan tidak jarang masih bekerja pada malam hari.

"Kalau diminta datang malam untuk agenda rapat saya datang. Kalau ada kuitansi rekanan saya yang bawa, kalau ada mau pesan ibu ketua (yang urus) saya, kalau ada pemesanan di rekanan saya semua yang urus. Intinya semua saya syukuri apapun pekerjaan diberikan dan tidak pernah mengeluh," paparnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Rapat Bareng DPR, PGRI: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Jauh dari Layak"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads