Polisi Bikin Cuitan Tak Pantas soal Tragedi Kanjuruhan Ditahan 21 Hari

Polisi Bikin Cuitan Tak Pantas soal Tragedi Kanjuruhan Ditahan 21 Hari

Tim detikJateng - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 11:24 WIB
Tangkapan layar cuitan Polsek Srandakan.
Foto: Tangkapan layar
Bantul -

Polisi yang menggunakan akun Twitter @polseksrandakan untuk membuat cuitan tak pantas terkait Tragedi Kanjuruhan disanksi penempatan khusus (patsus) selama 21 hari di Polres Bantul. Polisi berinisial TH itu juga bakal menjalani sidang kode etik.

"Untuk yang bersangkutan kena sanksi penahanan di tempat khusus selama 21 hari ke depan terhitung sejak tanggal 3 Oktober," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry saat dihubungi detikJateng, Selasa (4/10/2022).

Iptu Jeffry mengatakan TH bakal menjalani proses sidang kode etik karena perbuatannya terbilang lalai dan sangat kurang pas.


"Selanjutnya akan dilakukan proses sidang kode etik atas pelanggaran tersebut," ucapnya.

Saat diperiksa tim siber Polda DIY, TH mengakui adanya kelalaian. Oknum polisi itu mengaku tidak sengaja berkomentar menggunakan akun Polsek Srandakan.

"Anggota tersebut tidak sengaja dan tidak sadar memberikan komentar dengan menggunakan akun. Anggota tersebut sebelumnya pernah menjadi admin akun resmi Polsek Srandakan," terang Jeffry.

Pihaknya pun meminta maaf atas kelalaian yang dilakukan anggotanya. Jeffry pun mengimbau jajarannya agar bijak bermedsos.

"Kami juga telah mengingatkan kembali kepada para pemegang akun medsos dan anggota Polres Bantul beserta jajaran untuk lebih bijak dalam bermain medsos terutama dalam mengakses akun resmi," tutupnya.



Simak Video "Komnas HAM Beberkan Hasil Diskusi dengan Ahli Kimia soal Gas Air Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/hmw)