Polisi mengungkapkan 22 anggota geng motor yang melakukan pembunuhan terhadap Pria bernama Akmal (24) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipicu modus COD tawuran alias janjian melakukan perang. Saat ini Polisi telah mengamankan 19 orang, sedangkan 3 lainnya masih dalam pengejaran.
"Kronologinya setelah didalami sudah janjian tawuran dengan istilah COD, itu istilah anak-anak di sini kalau janjian tawuran," ucap Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers, Kamis (8/10/2026).
Arya menjelaskan anggota geng motor tersebut janjian tawuran pada tengah malam. Mereka juga sudah menentukan titik lokasinya.
"Janjiannya itu jam setengah 3 karena pas setengah 3 itu mereka bertemu dan melakukan aksi tawuran sehingga kejar-kejaran," ujarnya.
Ia mengungkapkan anggota geng motor yang hendak melakukan tawuran ini semata-mata ingin dikenal oleh masyarakat. Anggota geng motor ini bukan hanya dari Makassar tapi juga berasal dari luar daerah.
"Jadi pertama modus mereka ini memang ini harus diketahui oleh seluruh masyarakat, juga seluruh orang tua. Anak-anak ini rata-rata masuk ke Kota Makassar dan ada yang memang sebagian tinggal di kota Makassar," ungkapnya.
Menurut Arya, mereka yang dari luar daerah masuk ke Makassar pada sore atau menjelang malam. Anggota geng motor itu masuk di Makassar tidak secara bersamaan agar tidak diketahui masyarakat.
"Kalau yang dari luar itu masuknya itu sore atau menjelang malam. Satu-satu, jadi tidak bergerombol langsung, tidak. Tapi ini satu-satu ya satu-satu," kata dia.
Sedangkan alat komunikasi yang mereka gunakan melalui media sosial. Arya menyebut, anggota geng motor menggunakan media sosial untuk menginformasikan titik kumpul sebelum melakukan penyerangan.
"Mereka punya alat komunikasi sendiri melalui media sosial. Sehingga ketika mereka sudah berkumpul berbicara berkomunikasi melalui media sosial ini, mereka menentukan titik kumpul," ujarnya.
Arya mengungkapkan anggota geng motor yang sering melakukan tawuran bukan dipicu karena pernah bermasalah, tapi ingin ditonton masyarakat dan termasuk di media sosial. Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak menonton kejadian yang tidak berguna tersebut.
"Jadi gini, tawuran ini bukan karena ada masalah, bukan. Tetapi karena memang mereka sengaja untuk tawuran dan ingin muncul di media sosial," ungkapnya.
"Jadi saya juga menyarankan kepada semuanya ya tidak perlu ditonton video-video itu karena itu akan menguntungkan mereka dan membuat mereka senang," lanjutnya.
Menurutnya, dua kelompok geng motor itu memiliki namanya masing-masing, yakni warmen27 dan satunya lagi tabe22. Nama geng motor ini memiliki anggota atau pasukannya masing-masing.
"Dan nama kelompoknya ini warmen27 dan kelompok tabe22," sebutnya.
Diketahui, aksi tawuran berujung pembunuhan itu terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (4/10) sekitar pukul 03.35 Wita. Polisi telah menangkap 19 orang dan 3 lainnya masih diburu.
"Sudah berhasil diamankan 19 orang. Setelah kami lihat memang semua mengakui bahwa mereka lakukan penyerangan terhadap korban. DPO masih ada tiga orang lagi. Jadi dari 19 itu masih ada yang belum tertangkap jumlahnya tiga orang," ujar Arya Perdana dalam konferensi pers, Kamis (8/10).
Simak Video "Video: Polisi Tembak Geng Motor Bersenjata di Makassar"
(ata/ata)