Pembunuhan Pemuda di Makassar Dipicu COD Perang 2 Geng Motor

Pembunuhan Pemuda di Makassar Dipicu COD Perang 2 Geng Motor

Fadli Ilham - detikSulsel
Selasa, 06 Okt 2026 18:12 WIB
Polisi mengevakuasi jasad pria korban penganiayaan geng motor di Makassar.
Foto: Polisi mengevakuasi jasad pria korban penganiayaan geng motor di Makassar. (Reinhard/detikSulsel)
Makassar -

Pembunuhan pria bernama Akmal (24) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga terkait perseteruan dua geng motor kubu korban dan pelaku. Penganiayaan berujung maut ini bermula dari saling tantang tawuran di Instagram (IG) yang berlanjut dengan janjian bertemu alias COD di lokasi.

"Informasi sementara ya, jadi dua kubu ini adalah geng motor," kata Kapolsek Biringkanaya Setiawan A Malik kepada detikSulsel, Selasa (6/10/2026).

"Informasinya mereka COD waktu ketemu di jalan, itu masih kita dalami karena adminnya masih kita lakukan pengejaran," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi hingga kini sudah menetapkan 18 tersangka anggota geng motor. Para tersangka didominasi anak di bawah umur.

"Jadi kita masih melakukan pemeriksaan, masih kerja semua terkait pasal dan peran masing-masing itu apa," imbuh Setiawan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Abdullah Mataram menegaskan pihaknya masih mendalami motif penganiayaan maut ini. Kendati begitu, dia menegaskan modus penyerangan modusnya terkait ajakan tawuran.

"Kalau kita tanya motif saya tadi bilang masih penyelidikan. Tapi kalau kita tanya modusnya karena mereka saling COD untuk perang," ucap Mataram.

Setiawan menjelaskan, kedua belah pihak melakukan COD perang kelompok alias janjian melakukan tawuran. Ajakan perang ini melalui media sosial.

"(Modus COD tawuran melalui) Instagram live ditonton ajak perang kemudian didatangi," ungkapnya.

Setiawan menambahkan, kelompok pelaku dan korban saling berkomunikasi melalui akun IG masing-masing. Kelompok pelaku diduga berasal dari Kabupaten Maros.

"Kalau perseteruan di antara mereka kan yang kelompok dari Maros itu pakai akun IG-nya itu @tabe22 sama @pasukanmisterius," tuturnya.

"Akun yang namanya @warnet, ini pihak yang korban. Cuma kita belum tahu apakah ini (motif penyerangan dipicu) dendam atau apa," tambah Setiawan.

Kelompok pelaku diduga menyerang kubu korban lebih dulu. Kedua pihak sempat saling mengejar hingga korban terjatuh dan menjadi sasaran pelaku.

"Mereka COD untuk perang terus terjadi perang mengejar, terus ada yang terjatuh ditebas," jelas Setiawan.

Diketahui, penyerangan geng motor itu terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (4/10) sekitar pukul 03.35 Wita. Akmal tewas dengan luka tebasan senjata tajam dan serangan busur panah.

Insiden itu juga mengakibatkan remaja bernama Farel (17) turut mengalami luka berat. Farel masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi yang melakukan penyidikan telah menetapkan 18 tersangka dalam kasus ini. Belakangan, polisi kembali mengamankan satu terduga pelaku berinisial YD yang sempat melarikan diri ke Palopo.



(sar/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads