Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) memastikan ketersediaan beras di daerahnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Saat ini, stok beras di Sulut tercatat mencapai 34.602 ton.
Hal itu diungkapkan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Kota Manado, Kamis (8/9/2026). Dalam momen itu, Yulius juga menyinggung penyaluran bantuan beras ke warga Sulut.
"Stok beras di Sulut tercatat mencapai 34.602 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat," ujar Yulius Selvanus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yulius mengatakan Pemprov Sulut saat ini juga menyiapkan bantuan pangan tahap III. Persiapan dilakukan dengan memastikan kecukupan stok serta memperbarui data penerima bantuan bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan pangan yang disalurkan pemerintah dapat diterima masyarakat yang sesuai dengan sasaran.
Selain menyiapkan bantuan pangan, Pemprov Sulut juga menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.
"Untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Sulut gencar menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM)," jelasnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulhas dalam kunjungannya turut membawa kabar terkait kelanjutan bantuan beras bagi masyarakat. Pemerintah kembali menyalurkan bantuan beras 10 kilogram per bulan untuk masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4 untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Kabar baik tersebut dibenarkan oleh Sekda Manado Steven Dandel. Dia mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan sekaligus dalam satu kali pendistribusian sehingga setiap keluarga menerima total 30 kilogram beras.
"Kabar baik disampaikan pak Menko Pangan bahwa Presiden kembali menyalurkan bantuan beras 10 kilogram perbulan untuk masyarakat desil 1 sampai 4, bulan Oktober hingga Desember," ucap Steven Dandel.
"Proses pendistribusiannya akan dilakukan secara langsung oleh Bulog kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4," bebernya.
