Pemuda Tawuran Pakai Busur-Batu di Asrama Bara-baraya Makassar

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Rabu, 16 Sep 2026 15:43 WIB
Foto: Tawuran di Asrama Bara-baraya Makassar. (dok. istimewa)
Makassar -

Tawuran antara kelompok pemuda menggunakan busur panah dan batu terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi yang membubarkan perang kelompok itu mengamankan dua pemuda dari lokasi kejadian.

Tawuran terjadi di perbatasan Jalan Kerung-Kerung Lorong 12, tepatnya eks Kantor Lurah Bara-baraya dengan Kompleks Eks Asrama TNI Bara-baraya, Makassar, Selasa (15/9) malam. Kerusuhan pecah setelah terdengar bunyi petasan dari arah Asrama Bara-baraya.

"Warga kemudian keluar dan pemuda Jalan Kerung-Kerung Lorong 12 yang sudah berkumpul melakukan perlawanan menggunakan batu," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Achmad pada Rabu (16/9/2026).

Kericuhan semakin memanas setelah terjadi saling serang menggunakan batu, busur panah dan petasan. Keributan diduga merupakan aksi balasan setelah sehari sebelumnya terjadi penyerangan di lokasi.

"Diduga keributan ini terjadi karena aksi balasan terjadi penyerangan terhadap kelompok pemuda di lokasi kejadian," katanya.

Situasi sempat dinyatakan aman dan kondusif. Namun, beberapa waktu kemudian warga mengamankan seorang pemuda berinisial AG (25) yang diduga merupakan penyusup dari kelompok Asrama Bara-baraya.

"Pemuda tersebut diamankan warga dan selanjutnya dibawa ke Polsek Makassar untuk dimintai keterangan," beber Jafar.

Kepada polisi, AG mengaku datang ke lokasi hanya untuk melihat keributan karena mendengar adanya sengketa lahan antara warga Asrama Bara-baraya dengan warga Jalan Kerung-kerung Lorong 12.

"AG tidak mengakui ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai di lokasi tersebut. Dia datang di lokasi tersebut hanya untuk melihat karena mendengar adanya keributan sengketa lahan antara warga Asrama dengan Warga Jalan Kerung-kerung Lorong 12 Makassar," jelasnya.

Setelah itu, kelompok pemuda Eks Asrama Bara-baraya kembali melakukan penyerangan ke arah Jalan Kerung-kerung Lorong 12. Aksi saling serang kembali terjadi menggunakan anak panah atau busur, batu, dan petasan, hingga personel gabungan kepolisian melakukan pembubaran.

"Gabungan personel kepolisian Polsek Makassar, Polrestabes Makassar, dan Polda Sulsel kemudian melakukan pembubaran terhadap kelompok yang bertikai dan melakukan penyisiran di lokasi," ungkap Jafar.

Dalam penyisiran tersebut, polisi mengamankan seorang mahasiswa berinisial FA (19) yang membawa busur panah dan katapel. FA diamankan saat melintas menggunakan sepeda motor menuju arah Jalan Kerung-Kerung Lorong 12, Makassar.

"Yang bersangkutan diamankan dengan membawa empat anak panah atau busur panah dan satu ketapel atau pelontar," tegas Jafar.

FA mengaku datang ke lokasi bersama tiga rekannya untuk menonton aksi keributan. Dia kemudian bergabung di Lorong Antobar bersama sejumlah pemuda lainnya.

"FA juga mengaku membawa empat anak panah atau busur dan satu ketapel dengan alasan untuk berjaga-jaga," pungkas Jafar.



Simak Video "Melihat Peti Mati Berjejer dan Tengkorak di Dalam Goa Londa, Tana Toraja "

(sar/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork