Tawuran Geng Motor Vs Warga di Makassar Tak Ada Habisnya

Tawuran Geng Motor Vs Warga di Makassar Tak Ada Habisnya

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 31 Agu 2026 08:15 WIB
Pelaku tawuran ditangkap di atap rumah warga di Makassar.
Pelaku tawuran ditangkap di atap rumah warga di Makassar. Foto: (Reindhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Tawuran antara geng motor dan warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Terbaru, tawuran terjadi di Mariso dua hari berturut-turut.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sabtu (29/8). Tawuran melibatkan warga Nuri Lorong 300 dengan kelompok yang diduga geng motor.

Warga setempat, Daeng Lippung menyebut kelompok yang datang ke lokasi diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang. Mereka disebut membawa petasan dan batu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 10 (motor) yang dia bawa saya lihat petasan sama batu. Wallahu alam kalau itu saya tidak tahu dari mana. Arahnya saya tidak tahu juga, karena ribut baru keluar saya di teras banyak yang melempar," kata Daeng Lippung, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Daeng Lippung, tawuran serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam sepekan terakhir, aksi tersebut disebut telah berlangsung beberapa kali.

ADVERTISEMENT

"Sudah beberapa kali terjadi (tawuran antar geng motor melawan warga). Satu Minggu ini sudah dua sampai tiga kali," imbuh Daeng Lippung.

Aksi saling serang tersebut terjadi dengan saling balas lemparan batu dan petasan di lokasi. Para anggota geng motor kemudian kabur setelah para warga melakukan perlawanan.

"Bubar (pelaku geng motor) setelah anak dari dalam keluar," pungkas Daeng Lippung.

Polisi yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi mengamankan dua remaja pria inisial IB (15) dan RA (17).

"Dari kejadian ini ada dua remaja yang diamankan di sekitar lokasi dan dibawa ke Polsek Mariso untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar.

Tawuran kemudian kembali pecah di lokasi yang sama pada Minggu (30/8) dini hari. Aksi tawuran itu awalnya dibubarkan polisi hingga para pelaku membubarkan diri dan bersembunyi.

Belakangan dua orang inisial FM (17) dan AL (16) ditangkap di sekitar lokasi. Salah satu pelaku yaitu FM dibekuk saat bersembunyi di atas atap rumah warga.

"Jadi kami dari Polsek Mariso menindaklanjuti kejadian kemarin makanya kami pertebal personel yang ada untuk antisipasi dampak yang lebih luas sehingga pelibatan personel di lokasi menjadi penting. Hari ini ada beberapa yang diamankan ke Polrestabes Makassar," ujar Kapolsek Mariso Kompol Mahrus Ibrahim kepada detikSulsel pada Minggu (30/8).

Mahrus mengatakan remaja yang diamankan bukan merupakan warga Kecamatan Mariso. Mereka disebut berasal dari luar wilayah tersebut.

"Mereka di luar. Mereka bukan anak dari Kecamatan Mariso mereka dari luar," katanya.

Mahrus menjelaskan tawuran dipicu oleh aksi saling memancing emosi antarkelompok pemuda yang berada di sekitar lokasi. Kelompok tersebut disebut kerap berkumpul menggunakan kendaraan.

"Ini antara anak-anak muda yang biasanya nongkrong dan menggunakan kendaraan. Begitu ada yang terpancing terjadilah antara mereka saling melakukan penyerangan," jelasnya.

Tawuran Geng Motor Vs Warga di Pasar Senggol

Tawuran juga terjadi antarkelompok pemuda dan kelompok diduga geng motor di depan Pasar Senggol, Makassar. Aksi saling serang menggunakan busur, batu, dan petasan berlangsung di jalanan raya.

Keributan tersebut terjadi di Jalan Opu Daeng Siradju, Kecamatan Mariso, pada Minggu (30/8). Pihak Polrestabes Makassar bersama Polsek Mariso yang mendatangi lokasi kemudian mengamankan lokasi.

"Benar, anggota Polrestabes Makassar bersama Polsek Mariso telah mendatangi lokasi dan mengamankan situasi setelah terjadi keributan antarkelompok pemuda dengan kelompok pengendara motor," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar kepada wartawan, pada Minggu (30/8).

Berdasarkan keterangan saksi, keributan bermula saat kelompok pengendara motor datang dari arah Jalan Kakatua menuju Jalan Opu Daeng Risadju. Kelompok tersebut kemudian berhenti di depan SPBU sebelum bergerak ke area Pasar Senggol.

"Kelompok pengendara motor sekitar 50 unit berboncengan datang dari arah Jalan Kakatua sempat singgah di depan SPBU kemudian menuju Pasar Senggol," kata Jaffar.

Kelompok pengendara motor itu kemudian diduga melakukan penyerangan menggunakan petasan dan anak panah atau busur. Pemuda Pasar Senggol lalu melakukan perlawanan hingga kelompok tersebut terdorong keluar menuju Jalan Opu Daeng Risadju.

"Pemuda Pasar Senggol melakukan perlawanan dan memukul mundur para pelaku. Mereka saling melempar batu, petasan, dan anak panah," jelas Jaffar.

Halaman 2 dari 2
(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads