Dugaan SOP dan SDM RS Paramount Makassar Bermasalah Bikin Cucu TP Meninggal

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 01 Sep 2026 08:30 WIB
Foto: Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar. (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) membentuk tim investigasi setelah cucu anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe (TP) meninggal pascadilahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar. Tim investigasi menemukan Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit tersebut bermasalah.

Diketahui, putri Taufan Pawe, Nura Adiva Paradiba melahirkan melalui persalinan caesar di RSIA Paramount Makassar pada Senin (10/8). Cucu Taufan Pawe awalnya lahir dalam kondisi fisik sehat dan pihak RS memberikan persetujuan pulang kepada bayi dan orang tuanya setelah tiga hari.

Namun bayi tersebut mendadak mengalami perubahan pada fisiknya. Orang tua bayi sempat menyampaikan keluhan atas perubahan fisik anaknya. Kendati begitu, pihak RS dianggap tidak memberikan tindakan yang signifikan.

Gejala yang dialami bayi membuatnya meninggal dunia di RSIA Paramount Makassar pada Kamis (13/8). Bayi meninggal sebelum dipulangkan orang tuanya dari rumah sakit.

"Hari ketiga setelah lahir (meninggal dunia), kalau tidak salah 13 Agustus, waktu sudah ada persetujuan untuk dipulangkan," ungkap kuasa hukum keluarga, Hasnan Hasbi kepada detikSulsel, Sabtu (22/8).

Hasnan menyayangkan pelayanan pihak rumah sakit. Dia mengaku, bayi itu tidak langsung mendapatkan penanganan khusus baik dirawat di inkubator maupun Intensive Care Unit (ICU).

"Tidak ada penanganan khusus. Itu kan kalau seperti itu ada kelainan, ada gejala kelainan (seharusnya ada penanganan khusus). Nah, ini ndak ada," tuturnya.

SOP dan SDM RSIA Paramount Bermasalah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar kemudian membentuk tim investigasi untuk melakukan audit di RSIA Paramount terkait kematian cucu Taufan Pawe tersebut. Tim investigas menemukan sejumlah persoalan, mulai dari SOP pelayanan hingga SDM di rumah sakit tersebut.

"Secara umum SOP-nya dibenahi terus pemenuhan standar SDM. Itu dua kata kunci (temuan tim investigasi)," ujar salah satu anggota tim investigasi yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (31/8/2026).

Dia mengatakan selain SOP pelayanan dan SDM, sarana dan prasarana rumah sakit juga menjadi sorotan. Tim investigasi juga meminta manajemen rumah sakit memperbaiki tata kelola rumah sakit.

"Sebenarnya banyak temuan sebenarnya. Tadi kan secara umum sudah SOP dan SDM terus sarana prasarana, dan termasuk juga tata kelola," ungakpnya.

Dia menuturkan SDM rumah sakit tidak sesuai standar yang semestinya. Alur pelayanan pasien juga bermasalah sehingga pihak rumah sakit diminta melakukan pembenahan.

"Jadi SDM dia harus benahi kembali. Kalau kita bicara SDM kan banyak yang dia harus penuhi, dia mungkin siapkan tapi tidak sesuai standar. Terus SOP itu menyangkut masalah alur pelayanan, ini kan ada yang salah," jelasnya.

Sementara aspek sarana dan prasarana dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) karena ruangan sempit. Untuk alur pelayanan disebut tidak lengkap.

"Ketiga sarana dan prasarana rumah sakit juga tidak memenuhi, tempat yang terlalu sempit dan apa-apa. Tidak sesuai dengan permenkes dan macam-macam. Terus terakhir tata kelola manajemen pelayanan, ada alurnya tapi tidak lengkap, makanya harus diperbaiki," bebernya.

Dinkes Makassar telah melayangkan surat ke RS Paramount untuk segera melakukan pembenahan berdasarkan hasil temuan tim investigasi. Izin rumah sakit ibu dan anak itu terancam dicabut jika temuan tim investigasi tidak segera dibenahi.

"Sudah ada surat dari Dinkes Kota Makassar 7×24 jam untuk membenahi secara internal. Kalau tidak maka izin operasional akan dicabut. Iya kalau tidak keluar izinya ditutup. Diberikan batas waktu 7x24 jam di mulai per 31 Agustus 2026," bebernya.

Terpisah, Direktur RS Paramount Makassar Muhammad Muhammad Nadjib saat ditemui tidak banyak memberikan tanggapan terkait temuan tim investigasi tersebut. Dia mengaku masih sibuk membuat laporan.

"Saya masih bikin laporan dulu," ucap Nadjib saat ditemui di masjid halaman Kantor Bulog Sulselbar, Senin (31/8).



Simak Video "Menikmati Kelezatan Konro Iga Bakar di Restoran Kota Makassar"

(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork