Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menunjukkan sikap berbeda setelah tahu bayi yang wafat usai dilahirkan merupakan cucu anggota DPR Taufan Pawe (TP). Pihak RS dianggap baru menindaki kejadian ini ketika TP datang langsung ke rumah sakit meminta klarifikasi.
Kuasa hukum keluarga, Hasnan Hasbi mengatakan, bayi yang meninggal merupakan anak dari anggota DPRD Parepare Ilhamsyah Taufan, putra dari Taufan Pawe. Ilhamsyah disebut awalnya memutuskan memilih RS itu untuk persalinan tanpa menyebut identitasnya sebagai legislator.
"Memang karakternya anaknya Beliau begitu. Tidak pernah mau privilege, dia ndak mau kait-kaitkan dengan jabatannya," kata Hasnan kepada detikSulsel, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga juga sejak awal tidak pernah membawa nama Taufan Pawe untuk mendapatkan pelayanan khusus di rumah sakit. Orang tua bayi bahkan memakai BPJS dan hanya melakukan peningkatan kelas perawatan satu tingkat.
"Artinya Pak Ilham ke sana itu (RS Paramount Makassar) bukan dengan jabatan apa pun. Dia sebagai pasien yang berhak untuk memperoleh pelayanan yang sama," ujarnya.
Hasnan menjelaskan, cucu TP melahirkan di RS melalui persalinan caesar pada Senin (10/8). Menurut Hasnan, bayi sempat diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit hingga belakangan muncul perubahan fisik pada bayi tersebut.
"Waktu kepulangan, sudah ada persetujuan pulang. Anak ini memberikan tanda-tanda fisik yang berubah, bagian bibir membiru," ujarnya.
Situasi ini sempat dilaporkan orang tua bayi namun tidak mendapat tindakan khusus hingga bayi meninggal dunia pada Kamis (13/8). Hasnan mengungkap, cucu TP memang tidak pernah mendapat penanganan khusus baik di inkubator maupun ICU sejak lahir.
"Tidak ada penanganan khusus. Itu kan kalau seperti itu ada kelainan, ada gejala kelainan. Nah, ini ndak ada, ndak ada penanganan itu," kata Hasnan.
Pihak RS baru mengetahui identitas keluarga bayi setelah Taufan Pawe datang langsung ke RS Paramount, Minggu (16/8). Kedatangan keluarga untuk meminta klarifikasi terkait kematian bayi.
"Rumah sakit tahu itu pada saat kita datang di hari Minggu. Karena setelah ada kedukaan, ternyata pihak rumah sakit juga tidak kunjung datang menyampaikan permohonan maaf kan," tuturnya.
Keluarga pun mempertanyakan langsung kepada pihak rumah sakit terkait kejadian yang menimpa bayi tersebut. Dalam pertemuan itu, direksi RS Paramount akhirnya baru merespons dan memberikan penjelasan.
"Kita datang untuk menanyakan kejadian ini seperti apa dan pada saat itu juga baru pihak rumah sakit tahu bahwa ini ada kaitannya dengan Pak Taufan," jelas Hasnan.
Direktur RS awalnya tidak berada di tempat. Namun ketika dilakukan komunikasi lebih lanjut, direktur RS Paramount Makassar akhirnya datang menerima langsung kunjungan TP dan keluarga.
"Setelah kita komunikasi, beliau (direktur RS) sempatkan hadir di Rumah Sakit Paramount beserta dengan dokter-dokter yang menangani anak tersebut, termasuk kepala pelayanan keperawatan," paparnya.
"Nah, jadi dari pertemuan itulah baru ini ditahu bahwa anak dari Pak Taufan," tambah Hasnan.
Keluarga Tunggu Hasil Pemeriksaan RS
Diketahui, pihak rumah sakit saat ini tengah melakukan investigasi internal. Proses tersebut disebut melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.
"Makanya saya menghormati proses yang sedang berjalan di internal Paramount dengan melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia maupun IDI Kota Makassar. Kita lihatlah nanti hasilnya seperti apa," ujarnya.
Keluarga juga telah mengirimkan surat resmi kepada pihak rumah sakit untuk meminta klarifikasi mengenai rekam medis bayi.
"Dan kami juga sudah memasukkan surat secara resmi agar pihak rumah sakit bisa memberikan klarifikasi berkaitan dengan rekam medis dari pasien bayi tersebut," kata Hasnan.
detikSulsel telah berupaya menghubungi RSIA Paramount Makassar terkait kematian cucu Taufan Pawe setelah dilahirkan. Kendati begitu, pihak humas RS belum memberikan tanggapan.
