Selang Damkar Dipotong OTK Saat Padamkan Kebakaran di Bitung, Polisi Usut

Selang Damkar Dipotong OTK Saat Padamkan Kebakaran di Bitung, Polisi Usut

Fistel Mukuan - detikSulsel
Selasa, 01 Sep 2026 20:30 WIB
Selang petugas Damkar Bitung dipotong OTK saat padamkan kebakaran.
Selang petugas Damkar Bitung dipotong OTK saat padamkan kebakaran. Foto: (dok. istimewa)
Bitung -

Aksi nekat orang tak dikenal (OTK) terjadi saat petugas pemadam kebakaran (Damkar) tengah berjibaku memadamkan kebakaran di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). OTK tersebut memotong selang Damkar sepanjang 30 meter yang sedang digunakan petugas untuk menanggulangi kebakaran.

"Kasus ini telah kami laporkan ke Polres Bitung," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung, Altin Tumengkol kepada detikcom, Selasa (1/9/2026).

Altin mengatakan aksi tersebut terjadi saat tim Damkar melakukan penanggulangan kebakaran di Kelurahan Girian Permai pada Sabtu (29/8). Ketika petugas sedang fokus memadamkan api, seorang OTK tiba-tiba melakukan aksi dengan memotong selang yang digunakan dalam proses pemadaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selang yang dipotong panjangnya 30 meter," imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut, petugas Damkar kini harus menggunakan selang cadangan untuk mendukung kegiatan pemadaman. Pemerintah Kota Bitung belum dapat langsung mengganti selang yang rusak karena harga selang baru mencapai sekitar Rp 5 juta.

ADVERTISEMENT

"Untuk sementara Damkar memakai selang cadangan, karena selang baru harganya sekitar Rp 5 jutaan sehingga belum bisa dibeli," beber Altin.

Pihaknya berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku pemotongan selang tersebut. Pelaku juga diharapkan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami berharap pelaku bisa segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Polisi telah melakukan penyelidikan awal dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku di balik aksi tersebut.

"Iya, kami sudah terima laporannya dan sudah laksanakan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi," ujar Ahmad.



(asm/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads