DPRD Makassar Usut Dugaan Kelalaian RS Paramount Usai Cucu TP Meninggal

DPRD Makassar Usut Dugaan Kelalaian RS Paramount Usai Cucu TP Meninggal

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 22 Agu 2026 19:42 WIB
Taufan Pawe dan keluarga mendatangi RSIA Paramount Makassar usai cucunya meninggal pascadilahirkan.
Foto:DPRD Makassar melakukan sidak ke RSIA Paramount Makassar usai cucu Taufan Pawe meninggal. (dok. istimewa)
Makassar -

DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendalami dugaan kelalaian dalam pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar terkait meninggalnya bayi yang merupakan cucu anggota DPR RI Taufan Pawe (TP). DPRD Makassar juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar melakukan audit internal secara menyeluruh terkait kasus tersebut.

"Kami menganggap bahwa entahkah ada kelalaian ataukah memang begitu ji prosedurnya menurut medis. Nah, makanya karena kami ini kan bukan orang kedokteran, sehingga kami mengarahkan atau meminta kepada dinas kesehatan untuk melakukan audit," ucap Ketua Komisi D DPRD Makassar Ari Ashari Ilham kepada detikSulsel, Sabtu (22/8/2026).

Ari menegaskan, audit internal secara menyeluruh meliputi pelayanan, perawatan hingga tindakan medis pihak RS. Desakan ini mengemuka setelah pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RS Paramount Makassar, Kamis (20/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang terjadi kelalaian, tentunya kami akan merapatkan kembali dan mempertimbangkan apa langkah-langkah yang harus ditetapkan untuk Rumah Sakit Paramount mengingat ini kan bukan kejadian pertama, tapi hampir setiap tahunnya pasti ada kejadian seperti itu," jelasnya.

Dari hasil sidak sebelumnya, dia menyebut pihak rumah sakit mengklaim telah memberikan pelayanan sesuai prosedur. Kendati begitu, pihaknya merasa tidak puas dengan penjelasan pihak RS apalagi kejadian serupa sudah kerap terjadi.

ADVERTISEMENT

"Jadi kemarin itu kami sudah sidak kemarin terkait aduan ini karena 2 bulan sebelumnya kan ada aduan juga dari masyarakat terkait yang anak kecil itu yang diinfus tangannya kemudian berlubang," terangnya.

Ari mengatakan DPRD Makassar juga telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak RS Paramount terkait kasus bayi yang tangannya berlubang tersebut. Saat itu, pihaknya meminta rumah sakit berbenah dalam hal pelayanan kepada pasien.

"Itu kan sebenarnya 2 bulan lalu kami sudah RDP. Bahwa kami meminta Paramount untuk segera berbenah diri terkait pelayanannya kepada pasien-pasien," ujarnya.

Ari menyebut aduan kembali muncul dengan kasus yang lebih serius karena terdapat pasien bayi yang meninggal dunia. Setelah sidak, pihaknya meminta Dinkes Makassar melakukan audit untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam pelayanan medis.

"Ternyata kali ini terjadi lagi kejadian atau aduan yang bahkan lebih parah, ada yang meninggal dunia. Nah, makanya kami lakukan sidak. Kemudian di dalam sidaknya kami itu, menurut pihak Paramount itu mereka sudah melakukan pelayanan sesuai prosedur," katanya.

"Tetapi kami belum puas dan kami mau memastikan bahwa ini memang sudah sesuai aturan dengan catatan bahwa kami meminta kepada Dinas Kesehatan Makassar untuk melakukan audit internal terkait kejadian ini," sambung legislator NasDem ini.

Bibir Bayi Membiru-Kejang Sebelum Meninggal

Ari juga mengungkapkan kronologi berdasarkan laporan orang tua korban. Dia mengatakan orang tua bayi sempat menemukan bercak darah di dalam selimut bayi setelah keluar dari kamar bayi.

"Kemarin itu, waktu anak keluar dari kamar bayi, orang tua pasien itu melaporkan bahwa ada bercak darah di dalam selimutnya bayi," ungkap Ari.

Namun, menurut Ari, laporan tersebut disebut tidak langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit. Orang tua bayi disebut hanya mendapat arahan untuk memberikan ASI atau susu formula.

"Pihak dari rumah sakit itu bukannya melakukan tindakan atau pengecekan, tetapi susternya itu hanya mengatakan bahwa biasa ji itu seperti itu, kasih minum saja susu, baik ASI maupun susu formula," katanya.

Tak lama kemudian, bayi tersebut disebut mengalami kejang hingga bibirnya membiru. Pihak rumah sakit kemudian melakukan penanganan terhadap bayi tersebut.

"Tidak lama dari situ, anaknya tersebut itu kejang-kejang kemudian bibirnya membiru. Nah, setelah itu baru pihak rumah sakit itu kalang kabut untuk melakukan perawatan terkait bayi tersebut," sambung Ari.

Diketahui, cucu Taufan Pawe dilahirkan di RSIA Paramount Makassar pada Senin (10/8). Selang tiga hari, anak dari anggota DPRD Parepare Ilhamsyah Taufan itu dilaporkan meninggal dunia.

"(Meninggal) hari ketiga setelah lahir, kalau tidak salah 13 Agustus, waktu sudah ada persetujuan untuk dipulangkan," ujar Hasnan.

Menurut Hasnan mengungkap, cucu TP memang tidak pernah mendapat penanganan khusus baik di inkubator maupun ICU sejak lahir. Keluhan yang dilaporkan orang tua bayi juga tak langsung ditindaki.

"Tidak ada penanganan khusus. Itu kan kalau seperti itu ada kelainan, ada gejala kelainan. Nah, ini ndak ada, ndak ada penanganan itu," kata Hasnan.

detikSulsel telah berupaya menghubungi RSIA Paramount Makassar terkait kematian cucu Taufan Pawe setelah dilahirkan. Kendati begitu, pihak humas RS belum memberikan tanggapan.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads