4 Tahun Kepemimpinan Wilianto Tanta di PSMTI: Bedah Rumah-Bangun Jembatan Gantung

4 Tahun Kepemimpinan Wilianto Tanta di PSMTI: Bedah Rumah-Bangun Jembatan Gantung

Abadi Tamrin - detikSulsel
Selasa, 01 Sep 2026 20:40 WIB
Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta.
Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta. Foto: Istimewa
Makassar -

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) telah menjalankan sejumlah program strategis di bawah kepemimpinan Wilianto Tanta pada periode 2022-2026. Selama 4 tahun memimpin organisasi, Wilianto Tanta telah melaksanakan sejumlah program strategis seperti bedah rumah hingga membangun jembatan gantung di berbagai wilayah di Indonesia.

PSMTI akan menggelar Munas VIII di Kantor Sekretariat PSMTI Pusat, Jakarta, pada 4-6 September 2026. Wilianto Tanta mengaku masih mempertimbangkan akan kembali maju untuk periode keduanya.

"Nanti di rapat pimpinan tanggal 4 itu kita mau dengarkan aspirasi dari ketua-ketua provinsi termasuk program-program kerja selama 4 tahun kepemimpinan saya. Nah nanti di sana itu baru saya bisa menyatakan sikap apakah saya lanjut untuk periode yang kedua," ujar Wilianto Tanta kepada detikSulsel, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir semua suruh maju lagi. Tapi saya bilang nanti di rapim lah. Kita menghargai rapat pimpinan ya kan. Ya, kita mau dengar langsung dari seluruh, karena namanya paguyuban kita saling menghargai lah," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Berikut ini program strategis yang telah dilaksanakan Wilianto Tanta selama 4 tahun memimpin PSMTI:

Bedah Rumah

PSMTI aktif menggelar aksi sosial berupa perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Wilianto Tanta mengatakan telah melaksanakan bedah rumah di berbagai wilayah di Indonesia.

"(Bedah rumah) ratusan rumah lah. Selama periode saya ya. Saya baru 4 tahun kan, saya kan mulai 2022," ujarnya.

Wili mencontohnya seperti di daerah Magelang telah dilaksanakan bedah rumah sebanyak 101 unit. Program itu juga banyak dijalankan di berbagai wilayah lainnya.

"Magelang itu kemarin saya datang berkunjung ke sana dia sudah 101 rumah. Hampir semua di Jawa lah," ucapnya.

Di luar Pulau Jawa, bedah rumah juga dilaksanakan di Sulawesi. Selain itu, juga aktif melaksanakan bakti sosial seperti dapur umum hingga bantuan lainnya.

"Jadi saya melihat dari Sulawesi ini, terkhusus Sulawesi Selatan itu bedah rumah. Jadi banyak bedah rumah yang sekarang di periode ketuanya sekarang," paparnya.

"Pada waktu periode saya di Sulsel itu kita banyak membagi sembako apalagi waktu Covid, termasuk vaksin. Selama Covid kita buka dapur umum dengan kodam, TNI. TNI/Polri yang masak dapurnya kita suplay makanannya semua, selama Covid itu," lanjut mantan Ketua PSMTI Sulsel itu.

Wili menjelaskan, bantuan dari PSMTI seluruhnya berasal dari donator, pengurus hingga pemerhati. Termasuk dari perusahaan-perusahaan yang menyalurkan program corporate social responsibility (CSR).

"Jadi memang organisasi ini, semuanya itu donatur-donatur dari pengurus maupun pemerhati. Karena kita tidak ada dana bantuan pemerintah, semua itu murni dari iuran anggota, sponsor perusahaan yang mau kasih CSR-nya kita salurkan," tuturnya.

PSMTI meresmikan dua jembatan gantung di Jember.PSMTI meresmikan dua jembatan gantung di Jember. Foto: Istimewa

Bangun Jembatan Gantung

PSMTI juga berperan aktif dalam mendanai dan menginisiasi pembangunan jembatan gantung di berbagai pelosok daerah untuk mempercepat pemerataan infrastruktur dan konektivitas warga desa.

"PSMTI tahun 2025-2026 sudah bangun 7 Jembatan Gantung," kata Wilianto Tanta.

Terbaru, Wili mengatakan telah diresmikan dua jembatan gantung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada (28/8). Dua jembatan tersebut membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan yang sebelumnya terkendala kondisi geografis.

Jembatan Gantung Jember 1 dibangun melintasi Sungai Kemuningsari Lor di Kecamatan Panti. Sementara Jembatan Gantung Jember 2 membentang di atas Sungai Lembung Lanjeng, Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk.

Wili menjelaskan ini adalah program PSMTI Pusat yang dijalankan PSMTI di daerah. Dia turut mengapresiasi karena program ini disambut positif masyarakat.

"Jadi programnya dari pusat, kita berikan ke daerah. Daerah yang mampu menjalankan mereka jalankan. Alhamdulillah hampir semua daerah sekarang bisa, yang mampu, yang bisa cari dana, cari dana masing-masing. Kalau dia kerja bagus, pasti masyarakat bantu, masyarakat yang mampu ya," jelasnya.

Donor Darah

Donor darah juga menjadi program rutin yang dilaksanakan PSMTI. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan untuk membantu menjaga dan mencukupi ketersediaan stok darah nasional bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

"Kalau donor darah kami setahun 3 kali. Serentak se-Indonesia juga, karena kebutuhan darah sangat tinggi," ungkapnya.

Wili menjelaskan, aksi donor darah kerap dilaksanakan di bulan Ramadan. Digelar khusus untuk warga yang tidak berpuasa agar kebutuhan darah tetap tercukupi.

"Jadi kalau ada puasa utamanya Ramadan itu kita lebih optimalkan. Jadi kegiatan optimal kita itu donor darah, karena pada saat puasa Ramadan itukan biasa Islam kan tidak bisa kasih donor darahnya, sedangkan kebutuhan darah kan juga meningkat," terangnya.

"Jadi satu-satunya jalan kita minta yang minoritas yang tidak puasa membantu darah. Dan itu program utama kita setiap Ramadhan termasuk buka puasa, bagi-bagi takjil, itu hampir seluruh provinsi, kota-kabupaten. Kita puncaknya di Ramadan," lanjut Wili.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Jembatan Gantung Rp 5 M Ditutup Kepala Desa di Ciamis "
[Gambas:Video 20detik] (ata/nvl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads