Limbah Organik Hasil Pilah Sampah di Makassar Dibawa ke TPS3R, Begini Alurnya

Fadli Ilham - detikSulsel
Senin, 03 Agu 2026 19:08 WIB
Foto: Aktivitas pemilahan sampah di salah satu TPS3R di Makassar. (dok. istimewa)
Makassar -

Pemkot Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan seluruh jenis sampah akan tetap diangkut di tengah pemberlakuan program wajib pilah sampah. Sampah organik yang telah dipisahkan, nantinya akan diangkut menuju Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

"Tetap diangkut, tetapi dilakukan pembinaan. Artinya tidak bisa juga kita langsung menghakimi masyarakat," kata Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH Makassar Aswin Harun kepada detikSulsel, Senin (3/8/2026).

Aswin mengaku program pemilahan sampah butuh sosialisasi dan edukasi yang lebih masif dan persuasif. Hal ini lantaran kebijakan ini menjadi kebiasaan baru untuk membentuk budaya pilah sampah.

"Secara bertahap kita lakukan pembinaan karena ini kan kebiasaan baru. Sehingga pemerintah pelan-pelan juga mengubah kebiasaan masyarakat dari membuang sampah secara teratur menjadi membuang sampah secara terpilah," jelasnya.

Saat ini Pemkot Makassar telah memiliki 12 TPS3R yang menjadi lokasi pengolah dan pemilah sampah sebelum sisanya dibawa ke TPA Antang, Kecamatan Manggala. Sebelum dibawa ke TPS3R, warga diminta secara mandiri memilah sampahnya lebih dulu.

"Masyarakat tugasnya memilah harus dipisahkan itu tiga jenis sampah organik, anorganik, dan residu," beber Aswin.

Pemerintah kecamatan yang mengerahkan truk sampah nantinya akan mengangkut sampah yang sudah dipilah. Sampah yang dipilah lalu dibawa ke TPS3R.

"Jadi alurnya itu pemerintah kecamatan itu sudah jemput di rumah-rumah tangga yang sudah memilah sampah," tuturnya.

Hasil pemilahan di TPS3R nantinya hanya menyisakan residu. Sampah residu inilah nantinya yang hanya boleh masuk di TPA Antang.

"Terus setelah dijemput dibawa ke TPS3R pengolahan sampah organik. Terus sisanya residu itu dibawa ke TPA. Jadi hulu, menengah kemudian hilir," sambung Aswin.

TPS3R di Makassar Bakal Ditambah

Aswin mengatakan, TPS3R nantinya masih akan ditambah dengan skala yang lebih besar sebagaimana arahan dari Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. Lokasinya direncanakan di Kecamatan Tamalate, Biringkanaya dan Tallo. Titik TPS3R di tiga kecamatan diharapkan bisa melayani kecamatan di sekitarnya.

"Jadi nanti pak wali siapkan 3 zona minimal ukuran tanahnya itu 1 hektar khusus pengolahan sampah organik. Seperti di zona Tamalate itu bisa dari kecamatan yang ada di perbatasan itu seperti kecamatan Mamajang, Kecamatan Mariso bisa membawa sampahnya untuk diolah," bebernya.

"Di zona berikutnya di Biringkanaya. Disitu nanti kecamatan yang berada di perbatasan bisa membawa sampah disitu kalau dia nda punya TPS3R yang skala besar," lanjut Aswin.

Aswin berharap TPS3R skala besar itu bisa dibangun tahun ini. Pihaknya juga berharap anggaran pembangunannya tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi bisa diakomodir pihak perusahaan lewat dana CSR.

"Arahan pak wali secepatnya, insyaallah bisa tahun ini. Bisa APBD, bisa juga CSR perusahaan, bisa juga dari secara mandiri. Dicari ini sumber pembiayaan yang bisa cepat," tuturnya.

Selain TPS3R, Pemkot Makassar juga mendorong pembuatan teba atau lubang pengurai sampah organik. Teba modern ini diharapkan hadir minimal satu unit di tiap RT.

"Nanti warganya mau membuang sampah organik di situ saja di teba supaya bisa menghasilkan ekonomi. Jadi diharapkan kalau bisa RT/RW ini memfasilitasi warga secara komunal. Jadi itu kan mengurangi beban yang dibawa ke TPS3R, otomatis mengurangi pengangkutan," jelasnya.



Simak Video "Dukung Aksi Iklim, Gerakan Indonesia ASRI Ajak Warga Kelola Sampah"


(sar/ata)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork