Sebanyak 12 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) beroperasi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Belasan TPS3R itu menjadi tempat kegiatan pengumpulan, pemilahan, dan pendauran ulang sampah.
"Yang ada saat ini 10 milik Pemkot dalam hal ini DLH, 2 milik swasta," ungkap Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH Makassar Aswin Harun kepada detikSulsel, Minggu (2/8/2026).
TPS3R itu tersebar di berbagai kecamatan. Aswin menuturkan, pihaknya tengah mendorong penambahan 4 TPS3R baru ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus ada lagi ini tambahan di Wajo, ada di Biringkanaya, di Tamalate. Ada yang sudah beroperasi tapi belum maksimal," tuturnya.
TPS3R mendukung program pemilihan sampah yang saat ini diterapkan Makassar. Di lokasi itu, sampah akan dipilah sebelum sisanya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
"Itu kan fasilitas sampah organik. Alurnya itu setelah jemput di rumah tangga, dijemput sama mobil terus singgah di TPS3R, diolah disitu nanti tinggal residu yang bawa ke TPA," terang Aswin.
Aswin mengaku TPS3R yang beroperasi saat ini masih perlu dimaksimalkan. Menurutnya, setiap TPS3R ini masih bisa mengolah sampah 1 ton tiap hari.
"TPS3R itu harus maksimal pengolahannya. Kalau perlu bisa sampai 5 ton per hari. Karena selama ini yang diolah kurang lebih 1 ton per hari. Itu 1 TPS3R tidak lebih dari 1 ton," ucapnya.
"Makanya dibutuhkan memang TPS yang skala besar seperti TPA, yang bisa mengelola 5 sampai 10 ton per hari. Sampah organik memang yang paling besar," tambah Aswin.
Apalagi produksi sampah organik mencapai 500-600 ton per hari. Atas kondisi itu, TPS3R masih perlu ditambah minimal satu unit pada setiap kecamatan.
"Tapi kalau wilayah besar sesuai kebutuhan itu harus 3 sampai 5 TPS3R. Kalau seperti Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, Panakkukang itu harus lebih dari dua," bebernya.
Dia juga berharap pihak swasta atau perusahaan ikut membantu TPS3R. Apalagi sektor industri di Makassar dianggap menyumbang sampah cukup besar selama ini.
"Kita sangat membutuhkan bantuan dari CSR perusahaan, karena kalau mengharapkan saja pemerintah itu berat karena membebani APBD. Kita harapkan itu bangun TPS3R sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya," terangnya.
"Apalagi perusahaan besar kawasan kaya GMTD, kawasan KIMA, pergudangan, perhotelan itu kan banyak sampah organiknya. Kita juga sementara mencari bantuan dari PUPR di pusat," tambah Aswin.
Dari data DLH Makassar, berikut daftar lokasi 12 TPS3R yang tersebar di sejumlah kecamatan di Makassar:
- TPS3R Panambungan Kelurahan Mariso Kecamatan Mariso
- Darul Aman Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya
- TPS3R Bina Warga Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya
- TPS3R Untia Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya
- TPS3R Tamalanrea Kelurahan Buntusu Kecamatan Tamalanrea
- TPS3R Sambung Jawa Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang
- TPS3R Karebosi Kelurahan Baru Kecamatan Ujung Pandang
- TPS3R Tamalabba Kelurahan Tamalabba Kecamatan Ujung Tanah
- TPS3R Kodingareng Kelurahan Kodingareng Kecamatan Sangkarrang
- TPS3R Barrang Lompo Kelurahan Barrang Lompo Kecamatan Sangkarrang
- TPS3R Kima Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanaya
- TPS3R Bukit Baruga Kelurahan Antang Kecamatan Manggala
