Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibat kebakaran ini, 56 unit rumah dilaporkan ludes terbakar.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo pada Jumat (31/7) sekitar pukul 01.47 Wita. Rumah yang terbakar terdiri atas 21 unit di RT 04/RW 04 dan 35 unit di RT 05.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 17 rumah mengalami rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Sementara itu, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan.
Dirangkum detikSulsel, Sabtu (1/8/2026), berikut ini data dan fakta kebakaran menghanguskan 56 rumah di Tallo Makassar:
1. Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik. Rumah yang didominasi semi permanen membuat api cepat merambat.
"Diduga akibat korsleting listrik. Penyebab pasti masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Fadli menjelaskan, kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah yang terbakar. Selain itu, mayoritas rumah merupakan semi permanen.
"Api dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga yang mayoritas merupakan bangunan semi permanen sehingga mengakibatkan puluhan rumah terdampak," bebernya.
2. Emas hingga Uang Panai Hangus
Warga bernama Ansar Ipal (54) menceritakan situasi saat api membakar rumahnya dan kediaman warga lain di kawasan permukiman padat penduduk. Api awalnya membakar salah satu rumah.
"Kejadiannya jam 1 (dini hari) lewat, terus api dari pertama itu cuman sebelah itu kejadiannya langsung menyebar dalam rumah. Waktu kebakaran pertama saya di situ cuma ada tiga orang yang lihat, yang punya rumah sama anaknya dan saya," ucap Ansar kepada detikSulsel.
Ansar mengatakan, pemilik rumah awalnya teriak saat api mulai sedikit membesar. Dia kemudian mendatangi rumah tersebut saat pemiliknya bersama keluarga sudah lari keluar.
"Rumah keluarga saya yang terbakar pertama, dekat dengan rumah saya, saya lihat langsung, rumah panggung. Saat kebakaran orangnya sudah keluar, karena mulai membesar, dia berteriak, saya dengar," jelasnya.
Selang 10 menit, api menyebar ke rumah-rumah warga. Sejumlah warga berbondong-bondong mulai membantu berupaya memadamkan api.
Ansar mengaku tidak sempat menyelamatkan benda berharga lain selain surat-surat penting. Dia menyebut ada uang tabungan hingga emas 15 gram miliknya terbakar habis.
"Benda-benda seperti pakaian, uang, emas juga. Tapi mau diapa, karena tidak sempat lagi di selamatkan. Emasnya sekitar 15 gram. Jadi pakaian, TV, kulkas benda-benda yang di rumah," kesalnya.
Sementara Ketua RW 04 Kelurahan Tallo, Farida membenarkan sejumlah uang milik warga di rumah tidak dapat diselamatkan. Bahkan ada warganya yang tidak lama lagi menikah tapi uang panainya tidak dapat diselamatkan.
"Iya, banyak uang warga di rumah yang tidak selamatkan. Bahkan ada warga kan mau menikah, tapi uang panai-nya terbakar, tapi sudah belanja separuh. Dari pihak perempuannya. Ada sekitar puluhan juta. Tapi na bilang warga di sini menikah saja jangan mi acaranya," tutupnya.
Simak Video "Video: Jasad Pasutri Ditemukan Berpelukan dalam Kebakaran Rumah di Palembang"
(asm/asm)