Kebakaran mengakibatkan 56 rumah hangus di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga terdampak kebakaran menceritakan kesaksiannya saat api tidak hanya menghanguskan rumah, melainkan barang berharga berupa emas hingga uang panai atau mahar.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Jumat (31/7/2026) pukul 11.36 Wita, kebakaran terjadi di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo. Sejumlah rumah di lokasi tampak hanya menyisakan atap yang rata dengan tanah.
Rumah yang terbakar didominasi rumah semi permanen. Beberapa warga terlihat mencari sisa barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Sebagian lainnya sudah berada di posko untuk menerima bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga bernama Ansar Ipal (54) menceritakan situasi saat api membakar rumahnya dan kediaman warga lain di kawasan permukiman padat penduduk. Api awalnya membakar salah satu rumah meski belum diketahui penyebabnya.
"Kejadiannya jam 1 (dini hari) lewat, terus api dari pertama itu cuman sebelah itu kejadiannya langsung menyebar dalam rumah. Waktu kebakaran pertama saya di situ cuma ada tiga orang yang lihat, yang punya rumah sama anaknya dan saya," ucap Ansar kepada detikSulsel.
"Api langsung membesar, kalau biasa arus listrik itu pasti ada percikan, jadi belum tahun api ini dari kompor atau dari listrik," ungkapnya.
Warga mencari barang berharga yang masih bisa diselamatkan di tengah puing sisa kebakaran di Kecamatan Tallo, Kota Makassar. (Fadli Ilham/detikSulsel) |
Ansar mengatakan, pemilik rumah awalnya teriak saat api mulai sedikit membesar. Dia kemudian mendatangi rumah tersebut saat pemiliknya bersama keluarga sudah lari keluar.
"Rumah keluarga saya yang terbakar pertama, dekat dengan rumah saya, saya lihat langsung, rumah panggung. Saat kebakaran orangnya sudah keluar, karena mulai membesar, dia berteriak, saya dengar," jelasnya.
Selang 10 menit, api menyebar ke rumah-rumah warga. Sejumlah warga berbondong-bondong mulai membantu berupaya memadamkan api.
"Jadi kita lihat itu belum ada orang nanti sudah menyebar baru banyak orang. Sekitar setengah 2-lah (dini hari) baru banyak orang. Ada sekitar 10 menit itu di rumah pertama kebakaran lalu menyebar ke yang lain," bebernya.
Meski dalam kondisi panik, Ansar mengaku telah berupaya untuk memadamkan api dengan perlengkapan seadanya. Dia juga telah memanggil tetangga lainnya yang sedang tidur.
"Panik dan bingung, cuma mondar mandir saja, nyari bagaimana supaya api bisa dipadamkan," kata dia.
Armada dari Dinas Damkarmat Makassar pun datang ke lokasi. Setelah api menyebar dan puluhan rumah warga terbakar, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita.
"Rumah saya juga habis, nda ada yang tersisa sama sekali. Di rumahku ada 10 orang. Rumah tembok sebagian kayu sebagian. Pada saat kejadian anak-anak dikasi keluar semua. Semua terselamatkan," paparnya.
Ansar mengaku tidak sempat menyelamatkan benda berharga lain selain surat-surat penting. Dia menyebut ada uang tabungan hingga emas 15 gram miliknya terbakar habis.
"Benda-benda seperti pakaian, uang, emas juga. Tapi mau diapa, karena tidak sempat lagi di selamatkan. Emasnya sekitar 15 gram. Jadi pakaian, TV, kulkas benda-benda yang di rumah," kesalnya.
Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah di Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Sejumlah barang berharga baik uang hingga peralatan elektronik tidak sempat diselamatkan. (Fadli Ilham/detikSulsel) |
Sementara warga korban kebakaran lainnya, Anti mengaku uang milik keluarganya tidak dapat diselamatkan saat kebakaran. Menurutnya, uang tidak dapat diselamatkan karena lebih dulu menyelamatkan bayinya.
"Itu sepupuku dua rumah di belakang tidak ada na ambil barang-barangnya di rumah, satu tas pakaian ji. Mau na ambil yang lain tapi ada anak kecilnya karena kan barusan 20 menit tidur. Tapi uangnya dibawa lemari tidak sempat na ambil karena membesar api," ujarnya.
Padahal uang tersebut belum lama disimpan setelah pulang dari mengambil gajinya. Dia mengaku peristiwa kebakaran saat itu membuat keluarganya panik.
"Ini kan baru gajian jadi pergi menarik baru pulang na simpan di lemari baru tidur, jadi pas kebakaran nda sempat ambil karena panik baru ada anaknya 3 sama istrinya na selamatkan," katanya.
Tak hanya itu, dia menyebut sepupunya kehilangan tabungan sebanyak Rp 20 juta yang tersimpan dalam rumah. Dia baru menyadari uang tersebut setelah api berhasil dipadamkan.
"Ada juga sepupuku yang satu uangnya Rp 20 juta na simpan di dalam, tapi pas kebakaran tidak na ingat uangnya," ungkap Anti.
Sementara Ketua RW 04 Kelurahan Tallo, Farida membenarkan sejumlah uang milik warga di rumah tidak dapat diselamatkan. Bahkan ada warganya yang tidak lama lagi menikah tapi uang panainya tidak dapat diselamatkan.
"Iya, banyak uang warga di rumah yang tidak selamatkan. Bahkan ada warga kan mau menikah, tapi uang panai-nya terbakar, tapi sudah belanja separuh. Dari pihak perempuannya. Ada sekitar puluhan juta. Tapi na bilang warga di sini menikah saja jangan mi acaranya," tutupnya.
Kebakaran Hanguskan 56 Rumah
Diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat (31/7) dini hari. Api dengan cepat menyebar membakar rumah lantaran dipicu angin kencang.
"Berdasarkan data sementara, kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 01.47 Wita mengakibatkan 56 unit rumah semi permanen terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Jumat (31/7).
Rumah yang terbakar terdiri atas 21 unit di RT 04/RW 04 dan 35 unit di RT 05. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 17 rumah mengalami rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
"Sebanyak 105 kepala keluarga atau 235 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik," jelasnya.


