Data dan Fakta Kebakaran Hanguskan 56 Rumah di Tallo Makassar

Data dan Fakta Kebakaran Hanguskan 56 Rumah di Tallo Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 01 Agu 2026 09:45 WIB
Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah di Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah di Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Foto: (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibat kebakaran ini, 56 unit rumah dilaporkan ludes terbakar.

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo pada Jumat (31/7) sekitar pukul 01.47 Wita. Rumah yang terbakar terdiri atas 21 unit di RT 04/RW 04 dan 35 unit di RT 05.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 17 rumah mengalami rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Sementara itu, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikSulsel, Sabtu (1/8/2026), berikut ini data dan fakta kebakaran menghanguskan 56 rumah di Tallo Makassar:

1. Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik. Rumah yang didominasi semi permanen membuat api cepat merambat.

ADVERTISEMENT

"Diduga akibat korsleting listrik. Penyebab pasti masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Fadli menjelaskan, kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah yang terbakar. Selain itu, mayoritas rumah merupakan semi permanen.

"Api dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga yang mayoritas merupakan bangunan semi permanen sehingga mengakibatkan puluhan rumah terdampak," bebernya.

2. Emas hingga Uang Panai Hangus

Warga bernama Ansar Ipal (54) menceritakan situasi saat api membakar rumahnya dan kediaman warga lain di kawasan permukiman padat penduduk. Api awalnya membakar salah satu rumah.

"Kejadiannya jam 1 (dini hari) lewat, terus api dari pertama itu cuman sebelah itu kejadiannya langsung menyebar dalam rumah. Waktu kebakaran pertama saya di situ cuma ada tiga orang yang lihat, yang punya rumah sama anaknya dan saya," ucap Ansar kepada detikSulsel.

Ansar mengatakan, pemilik rumah awalnya teriak saat api mulai sedikit membesar. Dia kemudian mendatangi rumah tersebut saat pemiliknya bersama keluarga sudah lari keluar.

"Rumah keluarga saya yang terbakar pertama, dekat dengan rumah saya, saya lihat langsung, rumah panggung. Saat kebakaran orangnya sudah keluar, karena mulai membesar, dia berteriak, saya dengar," jelasnya.

Selang 10 menit, api menyebar ke rumah-rumah warga. Sejumlah warga berbondong-bondong mulai membantu berupaya memadamkan api.

Ansar mengaku tidak sempat menyelamatkan benda berharga lain selain surat-surat penting. Dia menyebut ada uang tabungan hingga emas 15 gram miliknya terbakar habis.

"Benda-benda seperti pakaian, uang, emas juga. Tapi mau diapa, karena tidak sempat lagi di selamatkan. Emasnya sekitar 15 gram. Jadi pakaian, TV, kulkas benda-benda yang di rumah," kesalnya.

Sementara Ketua RW 04 Kelurahan Tallo, Farida membenarkan sejumlah uang milik warga di rumah tidak dapat diselamatkan. Bahkan ada warganya yang tidak lama lagi menikah tapi uang panainya tidak dapat diselamatkan.

"Iya, banyak uang warga di rumah yang tidak selamatkan. Bahkan ada warga kan mau menikah, tapi uang panai-nya terbakar, tapi sudah belanja separuh. Dari pihak perempuannya. Ada sekitar puluhan juta. Tapi na bilang warga di sini menikah saja jangan mi acaranya," tutupnya.

3. Warga Butuh Selimut-Seragam Sekolah

Kebakaran tidak hanya mengakibatkan warga kehilangan tempat tinggal, melainkan menghanguskan sejumlah barang berharga. Warga terdampak kini membutuhkan popok bayi, selimut, hingga seragam sekolah untuk anaknya.

"Popok bayi, selimut, seragam anak ada SD, SMP dan pakaian SMK, makanan siap saji," ujar warga terdampak, Anti saat ditemui detikSulsel di lokasi kejadian, Jumat (31/7).

Dia mengungkapkan sejumlah uang milik keluarganya ludes terbakar. Saat terjadi kebakaran, keluarganya panik dan lebih dulu menyelamatkan anak-anaknya.

"Mau na ambil yang lain tapi ada anak kecilnya. Karena kan barusan 20 menit tidur. Tapi uangnya dibawa lemari tidak sempat na ambil karena membesar api," ungkapnya.

Warga terdampak lainnya, Ansar Ipal (54) mengaku justru memikirkan seragam sekolah anaknya. Sementara urusan tempat tinggal, bisa dikondisikan ke rumah kerabatnya.

"Kalau tidurnya nanti kita pikirkan, masih ada juga tetangga, ada warga. Sudah pasti banyak kehilangan seragam sekolahnya. Pakaian, termasuk pakaian anak-anak karena tidak ada lagi yang tersisa," kata Ansar.

Kebakaran itu membuat anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tidak masuk sekolah. Dirinya mengaku sangat berdampak terutama pada pekerjaannya sebagai buruh.

"Kita tidak ada lagi tempat tinggal, kerja juga sudah terganggu, anak-anak nda bisa pergi sekolah, saya anakku yang satu SD tadi nda sekolah, terbakar juga seragamnya," bebernya.

4. Appi Pastikan Beri Perhatian Ekstra

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin juga telah mengunjungi warga korban kebakaran di Kelurahan Tallo. Appi memastikan bakal memberikan perhatian ekstra kepada warga.

"Yang sekarang kita pikirkan adalah bagaimana pasca-kebakaran ini? Bagaimana anak-anak yang sekolah? Bagaimana orang-orang yang sakit? Bagaimana ibu yang hamil? Bagaimana lansia? Ini yang harus diberikan perhatian ekstra," ucap Appi di lokasi, Jumat (31/7).

Dirinya memastikan seluruh elemen yang dimiliki Pemkot Makassar sudah diturunkan di lokasi kebakaran. Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah kondisi kebutuhan warga yang terdampak.

"Seluruh elemen yang dimiliki pemerintah kota sudah turun aktif untuk memastikan pola kehidupan mereka juga berjalan, dari mulai tenda, penyediaan makanan, sampai kebutuhan penampungan yang harus kondisinya diatur sedemikian rupa dalam menghadapi kasus kedaruratan," jelasnya.

Selain kebutuhan mendesak, ia mengatakan akan diupayakan agar material segera dibawakan di lokasi bencana. Menurutnya, akan dilakukan perbaikan rumah warga yang ludes terbakar.

"Lalu nanti akan ada di-assist secara rutin bahwa besok kemungkinan masuk yang namanya balok-balok, alat-alat material-material bangunan, dan sebagainya," ucap dia.

"Nah, ini yang harus diasistensi dengan baik supaya benar-benar apa yang menjadi bantuan ini tepat sasaran yang sampai kepada korban yang sampai di tangan para korban kebakaran yang ada," lanjutnya.

5. Anak Korban Kebakaran Diberi Seragam Sekolah Gratis

Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar mengatakan, seragam sekolah untuk anak warga korban terdampak kebakaran akan segera diberikan. Bantuan itu akan diberikan Appi melalui program Bosowa Peduli.

"Seragam dari pak wali lewat Bosowa Peduli," ucap Fadli kepada detikSulsel, Jumat (31/7).

Fadli mengatakan untuk jadwal penyaluran bantuan masih menunggu informasi selanjutnya. Kendati begitu, dia memastikan untuk siswa tetap bisa ke sekolah dengan pakaian seadanya.

"Sementara mereka ke sekolah pake baju bebas dahulu. Untuk seragam belum ada info pasti tapi secepatnya, namun sementara mereka bisa ke sekolah pakaian bebas dahulu," katanya.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Jasad Pasutri Ditemukan Berpelukan dalam Kebakaran Rumah di Palembang"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads