Kebakaran terjadi secara beruntun di berbagai kawasan Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam 20 hari terakhir. Mulai dari permukiman warga di Tanjung Alang dan Tallo hingga Mal Nipah (Nipah Mall).
Dalam catatan pemberitaan detikSulsel, kebakaran awalnya terjadi di Jalan Tanjung Alang, Kecamatan Mamajang, Makassar pada Kamis (23/7) sekitar pukul 18.58 Wita. Kebakaran diduga akibat api dari lilin.
"Dugaan sementara itu adanya kebakaran karena lilin dinyalakan, tetapi itu dugaan sementara masih kita dalami," ujar Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri mengungkapkan ada dua orang perempuan ditemukan tewas dalam insiden tersebut dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Selain itu, ada satu korban yang sempat tidak sadarkan diri.
Kepala Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengatakan, dalam proses pemadaman, petugas menemukan dua korban meninggal dunia di dalam kamar mandi. Keduanya ditemukan dalam kondisi berpelukan.
"Korban ditemukan ada dua orang, ada seorang nenek dan mungkin salah satu anggota keluarga. Di posisi ditemukan di dalam kamar mandi dalam kondisi berpelukan," bebernya.
Kebakaran di Tallo
Kebakaran juga menghanguskan 56 unit rumah warga di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat (31/7) dini hari. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
"Diduga akibat korsleting listrik. Penyebab pasti masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Jumat (31/7).
Fadli menjelaskan, kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah yang terbakar. Selain itu, mayoritas rumah merupakan semi permanen.
"Api dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga yang mayoritas merupakan bangunan semi permanen sehingga mengakibatkan puluhan rumah terdampak," bebernya.
Adapun total rumah yang terbakar sebanyak 56 unit. Rumah terbakar tersebar di RT 04/RW 04 sebanyak 21 unit dan RT 05 sebanyak 35 unit.
"Rusak berat 26 unit lebih, rusak sedang 2 unit lebih, rusak ringan," katanya.
Kebakaran di Mal Nipah
Kebakaran di Mal Nipah Makassar dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.40 Wita. Kebakaran diduga akibat korsleting atau arus pendek listrik dari neon box.
"Dugaan penyebab sementara ini korslet lampu. Iya, itu korslet lampu di situ, di neon box. Infonya sementara itu, tapi ini mesti dilakukan penyelidikan lagi," kata Kepala Dinas Damkarmat Makassar Fadli Wellang kepada wartawan, Minggu (9/8).
Sebanyak 30 armada Damkarmat Makassar sempat diturunkan ke lokasi. Namun api cepat dipadamkan karena pengelola gedung sudah berusaha melakukan penanganan awal.
"Pemadaman kurang lebih hampir 15 sampai 20 menit. Api kemudian bisa dikuasai. Pengelola gedung sudah berusaha juga untuk memadamkan (sebelum petugas Damkarmat tiba)," tambahnya.
Fadli juga memastikan tidak ada korban luka akibat kebakaran. Kebakaran tidak berdampak signifikan atau merembet ke pertokoan.
"Yang terbakar ada dua tempat di lantai 3 dan 4, itu ada ruangan penampungan barang. Lantai 4 itu wahana permainan. Tidak sampai (berdampak masuk ke pertokoan). Kan ada batas tembok sebelum masuk area. Hanya teras-teras, di gudang-gudang lah itu," tuturnya.
Kebakaran di Kandea
Sehari berselang, kebakaran kembali terjadi di kawasan permukiman padat penduduk Jalan Kandea Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.10 Wita. Insiden ini menghanguskan 37 rumah dan mengakibatkan 245 jiwa terdampak serta dua orang mengalami luka-luka.
"Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD Kota Makassar, sebanyak 37 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, 20 rumah berada di RT 03/RW 04 dan 17 rumah di RT 04/RW 04," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Selasa (11/8).
Total bangunan terdampak mayoritas merupakan bangunan semi permanen. Fadli merincikan sebanyak 25 rumah di antaranya mengalami rusak berat, tujuh rusak sedang, dan lima rusak ringan.
"Data sementara mencatat sebanyak 60 kepala keluarga (KK) atau 245 jiwa terdampak. Mereka terdiri atas warga dewasa, anak-anak, balita, lansia, serta satu ibu hamil," ujarnya.
"Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia berdasarkan data sementara yang diterima BPBD Kota Makassar," tambah Fadli.
Tim BPBD telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Hal ini guna memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara bertahap sesuai tingkat urgensinya.
"Prioritas kami setelah kondisi api terkendali adalah memastikan keselamatan warga, melakukan asesmen secara menyeluruh, mendata kelompok rentan serta mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak," tegasnya.
Kebakaran di Toddopuli 6
Terbaru, kebakaran terjadi di permukiman warga di Jalan Toddopuli 6, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 14.25 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa.
Dalam insiden ini, sebanyak 4 rumah disebut terdampak. Salah satunya merupakan rumah ketua RW setempat.
