Wanita Muda Tewas Tergantung di BTP Makassar, Ada Lebam-Bercak Darah di Wajah

Reindhard Soplantila - detikSulsel
Jumat, 10 Jul 2026 13:20 WIB
Jenazah wanita muda ditemukan tewas tergantung di BTP Makassar dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel. Foto: (Reindhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Wanita muda berinisial AATPA (23) ditemukan tewas tergantung di kamar kosnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Orang tua korban menduga kematian anaknya tidak wajar karena menemukan luka lebam dan bercak darah pada bagian wajah sehingga meminta dilakukan autopsi.

Ayah korban, Andi Baso Ryadi Mappasulle menuturkan, pihaknya awalnya dihubungi pihak kepolisian ketika anaknya ditemukan tewas. Saat itu, ia yang sedang berada di kampung halaman di Kabupaten Bulukumba langsung berangkat ke Makassar.

"Tadi malam saya mendengar berita dari Pak Kanit di Polsek Tamalanrea saya lansung meluncur ke Makassar. Di tengah jalan saya dimintai persetujuan untuk autopsi, nah saya bilang tunggu saya, saya mau melihat kondisi anak saya," ujar Andi Baso kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Setelah tiba di Makassar, Andi Baso langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi anaknya. Dia pun mengaku melihat luka lebam dan bercak darah pada wajah anaknya.

"Saya lihat ada lebam di pipi kanan ya, terus ada bercak-bercak di mukanya (wajahnya) itu," ujar ayah korban," ungkapnya.

Andi Baso pun langsung memutuskan untuk menyetujui autopsi setelah melihat kondisi anaknya. Menurutnya, kematian anaknya tidak wajar sehingga perlu dilakukan pendalaman.

"Saya langsung mengambil keputusan untuk melakukan autopsi karena saya melihat ada ketidakwajaran. Selebihnya saya serahkan ke petugas Dan saya yakin petugas akan bekerja profesional," ujarnya.

Andi Baso mengatakan bahwa anaknya merupakan sosok pendiam. Korban hanya beberapa kali curhat kepada kakaknya terkait permasalahan pekerjaan sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Sampai sekarang kita tidak pernah dengar masalah dari dia, cuman dia memang biasa mengeluh sama kakaknya saja. Dia sering mengeluh soal pekerjaan, padahal sudah di sudah dipersiapkan untuk mendaftar di CPNS," bebernya.

Diketahui, korban ditemukan tewas tergantung di kamar kosnya, Jalan Bontoramba, sekitar Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Kamis (9/7) malam. Korban awalnya ditemukan anak pemilik kos bernama Putri yang curiga pintu kamarnya terbuka.

"Korban meninggal dunia dalam posisi tergantung di tiang kanopi yang berada di balkon gedung kos," ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail kepada wartawan, Jumat (10/7).



Simak Video "Video: Terlilit Utang, Kades di Sidoarjo Bunuh Diri"

(asm/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork