Pete-pete dari Masa ke Masa

Elmayanti, Muh. Saddam Reski S - detikSulsel
Kamis, 07 Mei 2026 18:12 WIB
Pete-pete menunggu penumpang di Jalan AP Pettarani Makassar. Foto: (Saddam/detikSulsel)
Makassar -

Angkutan kota ikonik Makassar, pete-pete kian tergerus perubahan zaman. Dalam dua dekade terakhir, jumlah angkutan kota yang dulu primadona jalanan itu terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Tahun 2005 menjadi masa keemasan pete-pete. Saat itu, angkutan kota itu mudah ditemui di hampir seluruh sudut kota Makassar. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, jumlah pete-pete yang beroperasi kala itu mencapai 4.113 unit.

Angka ini menunjukkan pete-pete masih menjadi angkutan umum yang banyak dipilih masyarakat. Pete-pete belum memiliki pesaing saat itu, namun perlahan mulai memudar dalam satu dekade terakhir.

Dalam catatan Dishub Makassar, jumlah pete-pete mulai berkurang menjadi 2.912 unit memasuki 2015. Di sisi lain, pada tahun yang sama, layanan transportasi online juga sudah hadir di Makassar, tepatnya pada 8 Agustus 2015.

Belakangan aplikator transportasi online mulai melakukan ekspansi besar-besaran di Makassar dan sekitarnya. Kondisi ini memperparah eksistensi pete-pete hingga populasinya menurun drastis menjadi 1.784 unit pada 2017 dan 1.227 unit di 2018.

"(Pete-pete) Tidak mampu bersaing dengan angkutan umum yang lain yang sudah berbasis aplikasi," ujar Kepala Seksi Angkutan Umum Dishub Makassar, Abd Razaq kepada detikSulsel, Rabu (6/5/2025).

Fase ini menjadi titik awal perubahan nasib pete-pete. Kehadiran transportasi berbasis aplikasi online perlahan menggeser peran pete-pete yang selama ini mendominasi jalanan Makassar.

Pete-pete Dihantam Pandemi

Situasi pete-pete semakin terpuruk ketika pandemi COVID-19 melanda. Dishub Makassar tidak melakukan pendataan di tahun 2020 akibat pembatasan aktivitas, namun dampak pandemi bagi pete-pete terlihat nyata pada data tahun berikutnya.

Dishub Makassar mencatat jumlah pete-pete yang beroperasi anjlok parah hingga menyentuh angka 253 unit pada 2021. Angka ini menjadi titik terendah sepanjang sejarah perjalanan pete-pete di Makassar.

Meski sempat ada upaya bangkit yang terlihat dari peningkatan jumlah pete-pete menjadi 725 unit pada 2022, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Tercatat pada 2023, jumlahnya turun kembali ke angka 555 unit, lalu naik sedikit menjadi 643 unit pada 2024.

Hasil rekapitulasi terakhir yang dilakukan Dishub Makassar pada tahun 2025 menunjukkan jumlah pete-pete bertahan di angka yang sama yakni 643. Sebanyak 643 pete-pete yang masih tersisa kini beroperasi dan tersebar di 16 trayek di wilayah Makassar.

"Perlintasan trayek itu sampai hari ini jumlahnya cuma 16 lintasan dan itu belum kita ubah sampai sekarang, masih 16 lintasan," ujar Razaq.

Info Grafis Pete-pete. Foto: (Iswandy Rusli/detikSulsel)

Kalah Saing dengan Transportasi Online

Pete-pete memang belum benar-benar hilang dari jalanan Makassar. Sesekali, angkutan kota berwarna biru muda itu masih melintas di tengah hiruk-pikuk kota.

Namun pemandangan jalan Makassar kini lebih banyak dipenuhi driver transportasi online dengan jaket parasut berwarna mencolok, atau mobil-mobil dengan stiker logo aplikasinya.

Menurut Razaq, kemunculan transportasi online dengan sistem door-to-door menjadi faktor utama. Layanan yang lebih praktis, tarif transparan, serta dukungan teknologi berhasil membuat masyarakat beralih.

"Sudah sangat tidak memungkinkan untuk bisa bersaing dengan angkutan umum yang memakai aplikasi layanan untuk jemput dari door-to-door itu," katanya.

Simak Video "Video: Khusus 24 April Naik Transum di Jakarta Cuma Rp 1, Cek Syaratnya! "


(asm/hmw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork