Cobaan Warga Makassar Saat Puasa: Banjir Rendam Rumah, Mengungsi Usai Berbuka

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 26 Feb 2026 06:30 WIB
Foto: Banjir merendam BTN Kodam III Makassar, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Bencana banjir menjadi cobaan yang berat bagi warga pada bulan Ramadan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 878 warga dari Kecamatan Manggala dan Biringkanaya terpaksa mengungsi saat banjir mulai merendam rumah pada waktu berbuka puasa.

Banjir di Makassar dilaporkan mulai terjadi pada Selasa (24/2/2026). Bencana hidrometeorologi itu melanda Kota Daeng usai hujan deras yang mengguyur dalam dua hari terakhir.

"Awalnya itu hujan yang tidak berhenti dari Senin (23/2) malam hujan terus sampai pagi. Selasa (24/2) itu sampai malam nda berhenti lagi (hujan)," kata warga terdampak, Audensi kepada detikSulsel, Rabu (25/2).

Audensi merupakan warga BTN Kodam III, Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Dia dan keluarganya terpaksa mengamankan diri ke lokasi pengungsian sejak Selasa (24/2) sore.

"Saya mengungsi kemarin sudah buka (puasa) karena (area rumah) kami lambat ji itu banjirnya, area belakang yang cepat, kami kan di depan ji," tuturnya.

Dia berada di SD Paccerakkang Makassar yang menjadi salah satu lokasi pengungsian. Audensi membawa serta 3 orang keluarganya dalam rumah sejak banjir mulai setinggi betis orang dewasa.

"Kalau kita mau bertahan di rumah, susah WC, susah air bersih, apalagi ada anak-anak. Jadi kami lari ke luar karena anak-anak juga banyak, naik terus air nanti sakit," keluh Audensi.

Audensi mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengungsi sejak hujan deras mulai turun. Dia sudah menyadari akan ancaman bencana karena daerah tempat tinggalnya sudah menjadi langganan banjir.

"Lebih baik keluar memang daripada tiba-tiba air naik. Kita siap-siap saja toh, wanti-wanti jangan sampai air naik, ternyata memang naik sampai sebetis," paparnya.

Dia mengaku sempat kesulitan mencari tempat pengungsian. Dia dan keluarganya sempat diarahkan mengungsi di Masjid Nurul Ikhlas namun ternyata lokasi tersebut sudah dipenuhi korban banjir lainnya.

"Kami diarahkan ke masjid BTN Kodam III, Masjid Nurul Ikhlas. Tapi kata Ibu RT sudah penuh, jadi kami minta di SD saja karena anak-anak banyak, kalau di masjid nanti orang salat atau puasa terganggu," terangnya.

2 Kali Mengungsi Akibat Banjir di Awal 2026

Audensi sudah lama merasakan banjir tahunan sejak tinggal di BTN Kodam III mulai 2009 silam. Dia dan keluarganya bolak-balik mengungsi setiap hujan deras memicu banjir tiap tahun.

"Kalau (tinggal) di BTN Kodam itu 2009, tiap tahun sejak 2009 sudah banjir. Iya (selalu banjir) sudah lama. Dulu (pernah) sampai empat kali keluar (mengungsi), tahun 2024," tutur Audensi.

Pada awal 2026, dia sudah dua kali mengungsi akibat banjir yang dimulai pada Januari lalu. Dia kala itu baru mengatur kembali perabot rumahnya yang sempat diamankan, namun banjir ternyata terjadi lagi pada Februari ini.

"Tahun ini juga kita dobel mengungsi, karena Januari dan ini (Februari terjadi banjir). Padahal sudah dikasih turun barang-barang," imbuh Audensi.



Simak Video "Ramadan dan Kesetaraan Gender di Era Digital"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork