Mayat wanita berinisial J (35) dalam kondisi tinggal tulang belulang ditemukan tertimbun di dalam rumah di wilayah Kandea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Wanita itu ternyata dibunuh oleh suaminya sendiri inisial H (43) hingga ditimbun sejak enam tahun lalu.
Mayat wanita itu ditemukan di dalam rumah pasangan suami istri tersebut di Jalan Kandea 2, Kecamatan Bontoala, Makassar, Minggu (14/4). Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian Ryacudu Djajadi bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Mokhamad Ngajib turun langsung di lokasi penemuan mayat untuk melakukan penyelidikan.
"Jadi sekilas saya lihat di rumah ini, itu ada tanah 1 meter dengan halaman belakang. Jadi dengan bangunan sebelah itu ada 1 meter, itu tanah, kemudian ditaruh di situ, cuman ditimbun begitu saja," ungkap Andi Rian kepada wartawan, Minggu (14/4/2024).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayat tersebut sudah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik Polda Sulsel. Polisi juga masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.
"(Kondisi mayat) Sekilas sudah ada kelihatan tulang belulang. Tinggal nanti kita melihat, menguji, apakah itu betul itu tulang manusia. Kemudian kita akan lakukan uji DNA karena keluarganya masih ada," ujar Andi Rian.
Dirangkum detikSulsel, Senin (15/4), berikut 8 fakta mayat wanita ditemukan tinggal tulang di Makassar ternyata dibunuh suami sendiri:
1. Pelaku Dipolisikan Anak Sendiri
Kasus pembunuhan ini terungkap usai anak korban melapor ke Polrestabes Makassar, Sabtu (13/4). Anak korban menduga ibunya tewas dianiaya oleh ayahnya.
"Jadi ini berawal dari adanya korban seorang wanita usia 17 yang datang melapor ke Polrestabes Makassar. Melaporkan dugaan penganiayaan oleh ayahnya, orang tuanya sendiri," ungkap Andi Rian.
Andi Rian melanjutkan, korban memang awalnya sempat dilaporkan hilang. Berdasarkan informasi beredar, korban sengaja melarikan diri dari rumah meninggalkan suaminya.
"Pada saat didalami oleh penyidik dilakukan interogasi, selain keterangan dia dianiaya oleh ayahnya. Dia (anak korban) juga menceritakan bahwa ibunya bukan lari," tuturnya.
2. Istri Disebut Kabur dengan Lelaki Lain
Menurut Andi Rian, anak korban sejak awal sudah mencurigai gelagat ayahnya. Pasalnya pelaku beralasan kepada anak korban jika istrinya kabur dengan lelaki lain.
"Karena selama ini informasi setelah kita dalami, istrinya katanya lari dengan laki-laki lain," ujar Andi Rian.
Keterangan dari anak korban pun ditindaklanjuti aparat kepolisian. Hingga ditemukan dugaan mayat wanita itu merupakan korban penganiayaan.
"Ternyata dari keterangan si anak, bahwa ibunya bukan lari tapi dianiaya sampai mati," tambahnya.
Simak fakta selengkapnya di halaman berikutnya.
3. Polisi Tangkap Suami Bunuh Istri
Polisi yang melakukan penyelidikan menangkap pria berinisial H (43) yang membunuh istrinya. Pelaku diamankan di kediamannya yang lain di Jalan Daeng Tata, Makassar, pada Sabtu (13/4).
"Berdasarkan informasi (laporan anak korban) itu kemudian penyidik lalu merespons cepat mengembangkan, kemudian mengamankan pelaku," bebernya.
Dari hasil penangkapan itu, barulah diketahui jika pelaku menimbun mayat istrinya di dalam rumah. Polisi kemudian mengevakuasi mayat korban dalam kondisi tulang belulang pada Minggu (14/4).
"Sekarang kita berada di dekat TKP. Teman-teman penyidik didukung dari Forensik kemudian identifikasi akan melakukan olah TKP," lanjut Andi Rian.
![]() |
4. Mayat Korban Ditimbun 6 Tahun Lalu
Andi Rian mengemukakan, pelaku menganiaya istrinya hingga tewas pada tahun 2018. Pelaku menimbun jasad istrinya di dalam rumah setelah membunuh korban.
"Kejadiannya 2018. Kalau kita hitung berarti sudah 6 tahun," beber Andi Rian.
Dia belum merinci kronologi penganiayaan tersebut. Penyidik kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti korban tewas karena dianiaya pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan forensik.
"Kita juga akan melihat di mana benturan itu. Kalau pengakuan sementara, almarhumah meninggal karena dipukul, dianiaya," ujarnya.
5. Rumah Pelaku Sempat Dikontrakkan
Andi Rian mengatakan, pelaku sempat mengontrakkan rumahnya ke warga. Rumah itu lanjut dia, kembali kosong enam bulan sebelum mayat wanita ditemukan ditimbun dalam rumah.
"Setelah kejadian, rumah ini dikosongkan 6 bulan, kemudian disewakan kurang lebih 5 tahun. Berarti banyak mi barang-barang hilang dan terakhir setelah disewa kosong lagi 6 bulan," papar Andi Rian.
Namun selama dihuni warga yang mengontrak, tidak ada kecurigaan terkait adanya tanda-tanda mayat ditimbun di rumah tersebut. Penyidik saat ini masih mencari bukti di tempat kejadian perkara.
"Yang kita mau coba cari, mudah-mudahan masih ada mungkin tetangga yang bisa menjadi saksi yang mungkin tahu atau mencium bau. Tapi kejadiannya itu saat 2018, mudah-mudahan dari pendalaman forensik mudah-mudahan kita bisa menemukan bukti-bukti fisik lain," jelasnya.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
6. Pelaku dan Korban Kerap Cekcok
Tetangga korban bernama Sahari (45) tidak menyangka adanya penemuan mayat wanita yang tertimbun di dalam rumah. Namun dia mengakui jika korban dan pelaku kerap terlibat cekcok.
"Biasanya ribut, sampai (korban) dipukul-pukul. Tapi kita tidak tahu bilang ada pembunuhan begini. Nda tahu, masalah keuangan kah atau apa," ungkap Sahari.
Sahari menyebut pelaku sudah tinggal di rumah tersebut sejak masih kecil hingga berkeluarga. Namun Sahari tidak menaruh curiga jika korban hilang karena dibunuh apalagi tidak pernah mencium adanya bau busuk diduga mayat korban dari rumah pelaku.
"Tidak pernah (curiga pelaku bunuh istri). Orang yang kontrak juga tidak pernah tahu bilang ada kejadian," tuturnya.
7. Pelaku Bunuh Istri gegara Cemburu
Pelaku mengaku membunuh istrinya karena cemburu melihat korban bersama lelaki lain. Pelaku sempat mempertanyakan hal itu kepada korban namun dibantah oleh J.
"Saya curigai ketemu sama mantan pacarnya di lorong 1. Jadi saya tanyakan (soal pertemuan itu), dia (korban) tidak mengaku," ujar pelaku H saat diinterogasi polisi, Minggu (14/4).
Pernyataan korban itu memicu emosi korban hingga melakukan penganiayaan. Pelaku menimbun jasad istrinya begitu memastikan korban tidak bernyawa.
"(Jenazah) Saya timbun pakai pasir, saya kasih semen di atasnya, tapi saya tidak cor," imbuhnya.
8. Korban Tewas Usai Dipukul Berkali-kali
Korban tewas usai dianiaya secara sadis oleh suaminya. Pelaku mengaku memukul istrinya berkali-kali, termasuk menggunakan balok.
"Saya pukul pakai tangan dengan balok kecil. (Kejadian penganiayaan) Kira-kira tahun 2018," ucap pelaku.
Korban yang tidak berdaya kembali dipukul oleh pelaku. Aksi sadis pelaku membuat istrinya tewas di tempat.
"Saya pukul dada dan perut. Saya lupa (berapa kali dipukul)," pungkasnya.
(sar/hsr)