Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) diwarnai kericuhan. Salah seorang kader mengaku menjadi korban pemukulan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat massa menyampaikan aspirasi.
"Awalnya kami masuk ke dalam Kantor Gubernur baik-baik. Tetapi langkah yang diambil Satpol PP langsung berupaya memukul mundur massa aksi hingga terjadi penganiayaan terhadap Ketua Umum HMI Komisariat FISIP UHO Cabang Kendari," kata Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril kepada detikcom, Selasa (29/9/2026).
Kericuhan terjadi ketika massa HMI menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sultra, Senin (28/9). Massa mendesak Pemprov Sultra membangun monumen sebagai bentuk penghormatan kepada Randi dan Yusuf yang disebut sebagai pahlawan antikorupsi di Sulawesi Tenggara.
Menurut Yusril, situasi berubah ketika Satpol PP berupaya membubarkan dan memukul mundur massa yang masuk ke area Kantor Gubernur Sultra. Dia menyebut salah seorang kader mengalami tindakan kekerasan dalam proses tersebut.
Sementara, Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Kendari sekaligus jenderal lapangan aksi, Eko Rama mengatakan salah seorang kader mengalami luka lebam pada bagian wajah. Dia lantas menilai tindakan tersebut merupakan kegagalan Gubernur dalam mengatur bawahannya.
"Ini adalah bentuk nyata dari gagalnya seorang gubernur dalam mengkoordinir bawahannya. Jajaran Satpol PP justru selalu semena-mena terhadap massa aksi dengan mengatasnamakan aturan Perda, bahkan sampai memukul hingga ada korban dari kader HMI Cabang Kendari," ujar Eko.
Eko mengatakan HMI Cabang Kendari telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Kendari. HMI juga menyatakan akan mengawal proses laporan tersebut hingga tuntas.
"Kami sudah layangkan laporan di Polresta Kendari dan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami juga akan melakukan aksi dalam waktu dekat untuk meminta pertanggungjawaban gubernur," katanya.
Simak Video "Video Mahasiswa Trisakti-HMI Demo di DPR, Jl Gatsu Arah Slipi Ditutup"
(asm/hmw)