Rutan Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) buka suara terkait viralnya mantan Kepala Syahbandar Kolaka, Supriadi, yang merupakan napi korupsi berkeliaran di coffee shop. Supriadi disebut baru saja selesai mengikuti sidang peninjaun kembali (PK) dalam kasus yang menjeratnya.
"Jadi tadi itu Supriadi usai mengikuti sidang PK di PN Kendari," kata Plh Kepala Rutan Kelas IIA Kendari La Ode Mustakim kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Ia mengatakan Supriadi keluar dari Rutan menuju PN Kendari dengan pengawalan satu petugas. Dia menuturkan dalam video tersebut, sebetulnya masih ada petugas yang berjaga.
"Jadi yang bersangkutan itu sudah keluar sesuai dengan panggilan ini dikawal oleh petugas kami. Ada satu petugas yang mengawal," bebernya.
Mustakim menuturkan Supriadi selesai mengikuti sidang PK sekitar pukul 11.00 Wita. Kemudian Supriadi terus dikawal oleh petugas untuk kembali ke rutan.
"Jadi mereka itu singgah salat dan makan dulu sebelum kembali ke rutan. Nah di situ teman-teman wartawan mengambil gambarnya sampai masuk ke coffee shop," bebernya.
Dia menegaskan proses keluarnya Supriadi dari rutan secara resmi karena memenuhi panggilan dari PN Kendari. Namun, dia tidak menampik jika proses kembalinya ke rutan dipersoalkan.
"Tetapi pada dasarnya keluarnya yang bersangkutan itu bukan untuk berkeliaran. Yang kemudian menimbulkan masalah ini ya proses pulang setelah sidang itu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Supriadi yang merupakan terpidana kasus korupsi yang masih menjalani masa hukuman penjara membuat heboh karena berada di sebuah coffee shop di Kendari. Supriadi disebut sedang rapat dengan pengusaha.
Dari video dilihat detikcom, Supriadi berjalan dari masjid menuju coffee shop di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Selasa (14/4) siang. Dia didampingi seorang petugas Syahbandar.
Tampak, Supriadi menggunakan peci putih dan petugas Syahbandar mengenakan pakaian resmi. Keduanya terlihat berbincang santai saat keluar dari masjid setelah menunaikan salat zuhur.
Supriadi sempat melambat dan menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan. Hal itu dilakukan diduga karena sadar dirinya direkam oleh warga di sekitar lokasi.
"Setelah salat Zuhur dia mau kembali ke coffee shop. Infonya sekitar pukul 10.00 Wita dia sudah di situ (ngopi)," kata warga yang enggan disebut namanya kepada detikcom, Selasa (14/4).
Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
(asm/hsr)