Tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan kliennya siap diperiksa KPK di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Namun pihak Lukas Enembe mengingatkan jangan ada upaya paksa.
"Kalau Gubernur keluar dari Koya akan menjadi problem," ujar Ketua Tim Kuasa Hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening kepada wartawan di Jayapura, Selasa (22/10/2022).
"Jangan lagi ada provokator upaya paksa, upaya paksa dan upaya paksa. Itu namanya statement provokator yang memancing masyarakat," katanya.
Roy Rening menilai saat ini pernyataan pimpinan KPK di media sudah kondusif, tenang dan tidak berbau provokasi.
"Saya juga sudah sampaikan langsung ke penyidik. Situasi bisa berjalan dengan baik apabila kondisi di Papua kondusif," kata Roy.
"Yang dimaksud kondusif adalah agar jangan ada lagi pernyataan yang membuat kondisi Papua tidak kondusif. Kalau tidak kondusif gerakan massa akan datang," sambungnya.
Ia juga mengklaim massa pendukung dan keluarga Lukas Enembe saat ini sudah cukup tenang. Sebab keberadaan mereka di kediaman Gubernur untuk memastikan kliennya tidak keluar dari kediaman.
"Yang paling penting bagaimana meyakinkan masyarakat, bahwa Gubernur tidak keluar dari kediaman. Yang biasanya massa ada ramai sampai menggunakan tenda. Sekarang sudah berkurang dan tenda sudah dilepas. Jadi mulai sejuk," cetusnya.
Roy Rening pun menegaskan sampai sejauh ini Lukas Enembe siap diperiksa kapan saja namun itu hanya bisa dilakukan di kediaman dan dalam kondisi sehat.
"Gubernur itu siap diperiksa. Nah ini kita masih tunggu kapan jadwal pemeriksaannya dari KPK," tutupnya.
Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya...
(hmw/sar)