Kesempatan Terakhir RS Paramount Makassar Usai Rentetan Kasus Kontroversial

Kesempatan Terakhir RS Paramount Makassar Usai Rentetan Kasus Kontroversial

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 02 Sep 2026 06:30 WIB
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar.
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar. Foto: (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diberi surat peringatan kedua (SP2) buntut sejumlah insiden kontroversial. Rumah sakit tersebut kini terancam ditutup jika tidak berbenah.

Pemberian peringatan itu diungkap Anggota Komisi D DPRD Makassar Fahrizal Arrahman Husain. Dia menyebut SP2 dilayangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar menindaklanjuti hasil audit tim investigasi usai kasus kematian cucu Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe (TP).

"Sudah ada barcode juga dari Dinas Kesehatan yang langsung dikirim ke RS Paramount dalam bentuk surat. Jadi suratnya itu juga masuk sebagai SP2-nya," ungkap Fahrizal kepada detikSulsel, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat tersebut, Dinkes Makassar disebut turut menguraikan sejumlah persoalan layanan di RS Paramount. Salah satunya, masalah penerapan layanan dinilai masih berpotensi mengakibatkan korban seperti yang dialami cucu TP.

"Isinya itu surat bahwa memang ada beberapa kekurangan maupun keterbatasan RS Paramount yang bisa ke depannya menyebabkan kejadian berulang. Ini yang parah, makanya saya bilang ke Dinas Kesehatan kemarin ini harus ditindak tegas karena jangan sampai ada kejadian terulang begini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kasus yang dialami cucu TP sudah sangat fatal karena menyangkut nyawa manusia. Padahal sebelumnya, sudah ada beberapa kali kejadian meski pasien tidak sampai meninggal.

"Ini pun kejadian yang sangat fatal karena menyebabkan pasien meninggal. Kemarin kan memang ada cacat tapi tidak sampai meninggal. Ini nyawa," tegasnya.

Hasil Audit Tim Investigasi

Fahrizal turut mengungkap hasil audit yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Makassar. Dia menyebut terdapat 4 aspek yang wajib dibenahi RS Paramount Makassar.

"Pertama itu SDM, di mana semua nakes yang ada di situ harus memang sesuai standar, seperti jumlah nakes harus berbanding lurus dengan jumlah pasien yang diterima," ucapnya.

Aspek kedua berkaitan dengan sarana dan prasarana seperti alat CCTV yang tidak dimiliki RS Paramount di ruangan akses masuk bayi. Menurutnya, alat itu wajib diterapkan untuk menghindari potensi kelalaian.

"Yang kedua masih banyak yang kurang terutama tidak ada CCTV di ruang setelah bayi dilahirkan. Harusnya ada dan memang setiap RS. Apalagi ini tempat penyimpanan bayi pertama, jangan sampai ketukar," ungkapnya.

Sedangkan aspek ketiga dan keempat mencakup SOP dan manajemen RS Paramount. Fahrizal menilai perlu untuk memperhatikan kualitas bidan dan perawat.

"Ketiga itu alur SOP dari RS Paramount dan keempat itu manajemen sendiri itu harus memperhatikan kualitas bidan, perawat harus dibekali seminar setiap bulannya," jelasnya.

RS Paramount Makassar Terancam Ditutup

Fahrizal mengatakan pihak rumah sakit diberi waktu 7 hari untuk memenuhi 4 aspek tersebut yang dimulai sejak 31 Agustus hingga 6 September 2026. Ia menegaskan jika hasil audit tersebut tidak dipenuhi maka RS Paramount terancam ditutup.

"Itu diberi waktu 7 hari, jadi hari Senin depan tanggal 6 mereka harus menyelesaikan. Kalau memang ada salah satu yang tidak diselesaikan berarti ada itikad tidak baik dari manajemen atau owner RS dan itu akan dikeluarkan SP3," ujar dia.

"Konsekuensi dari SP3 saya memberikan saran kepada dinas kesehatan tolong SP3 ini dibicarakan langsung dengan PTSP apakah ditutup langsung atau bagaimana," lanjutnya.

Kendati begitu, Fahrizal berharap manajemen RS Paramount serius dalam melakukan pembenahan. Menurutnya, cukup banyak jumlah pekerja yang perlu dipertimbangkan.

"Tapi kami sangat berharap ada solusinya karena itu kami di Komisi D sangat konsen juga, ada banyak pekerja di RS juga, karena kalau tidak, banyak yang kehilangan pekerjaan," katanya.

Sementara itu, Direktur RS Paramount Makassar Muhammad Muhammad Nadjib saat ditemui tidak banyak memberikan tanggapan terkait temuan tim investigasi tersebut. Dia mengaku masih sibuk membuat laporan.

"Saya masih bikin laporan dulu," ucap Nadjib saat ditemui di masjid halaman Kantor Bulog Sulselbar, Senin (31/8).

Taufan Pawe Bongkar Bobrok RS Paramount Makassar

Taufan Pawe sendiri sebelumnya juga membongkar bobrok RSIA Paramount, Makassar buntut kematian cucunya usai dilahirkan. TP mengungkap sudah banyak kasus kontroversial terjadi di rumah sakit tersebut namun tak kunjung ditindaki.

Hal itu dibongkar TP saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Ombudsman RI, Rabu (26/8). TP awalnya mengungkap jika cucunya meninggal saat hendak dibawa pulang dari RS Paramount.

"Cucu saya meninggal di rumah sakit terkemuka di Sulawesi Selatan. Aneh. Kenapa saya katakan aneh? Orang tuanya, keluarga sudah angkut barang ke mobil, sudah mau pulang, sudah diizinkan oleh rumah sakit. Tapi kenyataan, sebelum meninggalkan kamar, meninggal dalam pangkuan," kata TP.

Dia pun mengaku sempat meminta penjelasan pihak manajemen RS. Pengelola rumah sakit kemudian mendatangi TP dan mengakui adanya dugaan kelalaian petugas.

"Saya hadir untuk mencoba mengklarifikasi. Jawabannya tetap bias, abu-abu. Singkat cerita lagi, pada akhirnya dua tiga hari kemudian datang menemui saya," ujar Mantan Wali Kota Parepare.

"Singkat cerita dia mengaku, kelalaian, terjadi kelalaian. Cucu saya dimandikan tanpa dipasangi popok, kedinginan dan meninggal. Ini dugaan, semuanya masih dugaan," jelasnya.

Legislator asal Sulsel kemudian menyebut RS Paramount Makassar memiliki rekam jejak buruk selama satu dekade terakhir. Terdapat beberapa korban yang diduga akibat kelalaian pihak rumah sakit.

"Nah, kenapa saya angkat ini? Kalau kita lihat historis dari rumah sakit itu, terlalu banyak kejadian-kejadian-kejadian-kejadian yang membuat pasien korban," ungkapnya.

TP mengungkapkan, salah satu yang pernah menuai sorotan belum lama ini adalah kasus seorang bayi yang juga diduga menjadi korban malapraktik di RSIA Paramount. Bayi tersebut mengalami bocor pada tangannya akibat bekas infus.

"Karena historisnya rumah sakit ini luar biasa, Pak. Satu dekade sudah banyak kejadian, ada yang bocor tangannya, pasien, dan lain sebagainya," katanya.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Istana Optimistis Polisi Tuntaskan Kasus Kematian Diplomat Kemlu"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads