Menanti Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Diadili terkait Kasus Pembunuhan Yosua

Menanti Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Diadili terkait Kasus Pembunuhan Yosua

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 06:17 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawati akhirnya selesai menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Keduanya sempat berpelukan sebelum berpisah.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo akan segera menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Begitu pula dengan tersangka lainnya, termasuk istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dilansir dari detikNews, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo dkk telah lengkap atau P21. Persyaratan formil dan materiil disebutkan telah terpenuhi sesuai dalam KUHAP.

"Persyaratan formil dan materiil telah terpenuhi sebagaimana ditentukan di dalam KUHAP," kata Jampidum Kejagung Fadil Zumhana di Kejagung, Rabu (28/9/2022).


Selanjutnya jaksa akan segera menyerahkan kasus ini ke kejaksaan untuk diteliti. Kemudian perkara akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Penyidik menyerahkan ke jaksa untuk disidangkan," terang Fadil.

Pada kasus dugaan pembunuhan Brigadir Yosua, ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ialah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Bharada Eliezer. Berkas kelimanya dinyatakan lengkap setelah sempat dikembalikan Kejagung dan diperbaiki oleh Polri.

Sementara untuk kasus berikutnya ialah dugaan merintangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Pada kasus ini ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Berkas Ferdy Sambo Dilimpahkan Pekan Depan

Kejagung akan melimpahkan berkas perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua dengan tersangka Ferdy Sambo dkk ini ke pengadilan dalam satu pekan ke depan.

"Bisa saja satu minggu setelah ini kami limpahkan ke pengadilan," kata Fadil Zumhana.

Fadil mengatakan pihaknya langsung membahas surat dakwaan para tersangka mulai hari ini. Ditargetkan surat dakwaan tersebut rampung pada Jumat (30/9).

Dia juga menjelaskan pihaknya akan menyempurnakan surat dakwaan tersebut. Baik dari tata bahasa maupun kelengkapan unsur dan kronologi kejadian sehingga membutuhkan waktu sebelum dilimpahkan.

"Hari ini langsung kami bahas surat dakwaan, hari ini sampai hari Jumat kami mengebut. Bahwa dakwaan itu untuk dapat dinyatakan lengkap memang sudah ada namanya rencana dakwaan," ujarnya.

"Rencana dakwaan itu telah jadi dan kami menyempurnakan surat dakwaan itu. Dari segi tata bahasa maupun kelengkapan unsur dan kronologi kejadian tindak pidana. Sehingga kami memerlukan waktu menyusun surat dakwaan yang lebih cermat jelas dan lengkap sebagaimana dimaksud 143 KUHAP," imbuhnya.

Fadil memastikan Kejagung bergerak cepat dalam menangani kasus kematian Brigadir J. Dengan harapan memperlancar kasus yang sedang berjalan dan para tersangka segera diadili.

"Biasanya, karena rencana surat dakwaan sudah ada, kami tidak perlu waktu yang lama. Karena kejaksaan agung saat ini bekerja cepat. Jadi kami tidak membuang waktu," ujarnya.

Jaksa Gabung 2 Perkara Sambo

Sementara itu, Kejagung juga menggabungkan berkas dakwaan dua perkara terhadap Irjen Ferdy Sambo. Hal ini dilakukan agar lebih efektif.

Seperti disebutkan sebelumnya Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Selain itu, ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

"Untuk lebih efektif dalam proses persidangan, dua tindak pidana, satu tersangka kita gabung dalam satu dakwaan. Pertama dan kedua, kumulatif," kata Fadil Zumhana di Kejagung.

Fadil membeberkan penggabungan perkara diatur dalam 141 KUHAP. Dia menegaskan bahwa dua perkara itu bakal digabung dalam satu dakwaan saat proses sidang.

Selanjutnya Sambo bakal akui kesalahan di persidangan...