Melihat Lagi Perkara 'Ayah Perkosa 3 Anak' di Lutim yang Digelar Hari Ini

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 20 Mei 2022 06:00 WIB
Ilustrasi anak jadi korban kekerasan
Ilustrasi kasus 'ayah perkosa 3 anak' Foto: Thinkstock
Luwu Timur -

Kasus 'ayah perkosa 3 anak' di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal digelar penyidik Polda Sulsel pada hari ini. Gelar perkara sedianya bakal dipantau secara langsung oleh Bareskrim Polri hingga Kompolnas.

Agenda gelar perkara dijadwalkan hari ini, Kamis (20/5/2022). Selain Kompolnas dan Bareskrim, sejumlah pihak terkait di Sulsel juga akan menghadiri gelar perkara hari ini.

"Nanti yang di Jakarta ada dari Kompolnas sama Bareskrim (juga hadir)," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/5).


"Dari Sulawesi Selatan ada DP3A Sulsel, LBH," sambung Suartana.

Gelar perkara hari ini juga bakal dihadiri pihak korban, yakni ketiga anak yang diduga korban pemerkosaan. Selanjutnya ayah kandung korban alias terlapor juga bakal dihadirkan.

Dirangkum detikSulsel, berikut perjalanan kasus ayah perkosa 3 anak di Luwu Timur:

Kasus Dimulai Tahun 2019

Kasus 'ayah perkosa 3 anak' sebenarnya sudah mulai bergulir sejak 2019 silam. Saat itu, seorang ayah berinisial S di Luwu Timur dilaporkan memperkosa 3 anak kandung.

Namun penyelidikan kasus ini dihentikan penyidik Polres Luwu Timur alias SP3 karena dianggap tak cukup bukti. Perkara akhirnya ditutup.

Heboh Tagar Percuma Lapor Polisi

Kasus dugaan pemerkosaan ini mencuri perhatian di media sosial pada 2021 lalu. Keputusan polisi melakukan SP3 kasus membuat tagar PercumaLaporPolisi menggema di jagad maya.

Pihak kepolisian juga memberi penjelasan bahwa proses SP3 kasus di Polres Luwu Timur sudah sesuai prosedur. Namun polisi juga mengatakan kasus ini bisa dibuka kembali jika ditemukan bukti baru.

Namun LBH Makassar sebagai pendamping korban meminta polisi membuka lagi kasus tersebut. Bukti baru hanya akan ditemukan jika kasus sudah dibuka kembali.

"Kami juga terbatas sebagai tim penasihat hukum. Kami nggak bisa misalnya memanggil orang toh. Memeriksa, mengambil keterangan kan nggak bisa," kata Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi kepada detikcom, Jumat (8/10/2021).

Sebaliknya, kata Resky, penyidik mempunyai kewenangan penuh dalam penyelidikan untuk bisa melanjutkan kasus 'tiga anak saya diperkosa' ini ke tahap penyidikan. Namun penyidik dinilai justru terlalu prematur menghentikan penyelidikan.

"Jadi buka dulu kasusnya kemudian lengkapi bukti-bukti. Baru bisa dikatakan bukti baru ketika penyelidikannya dibuka kembali dan dilakukan proses pengumpulan alat bukti," tutur Resky.

Desakan-desakan Agar Kasus Dibuka Lagi

LBH Makassar tidak sendirian sebagai pihak yang mendesak kasus ini dibuka lagi. Sejumlah pihak lainnya juga meminta hal yang sama ke kepolisian.

Desakan-desakan agar kasus ini dibuka lagi di antaranya datang dari Koalisi Masyarakat Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS), Kantor Staf Presiden, Komisi VIII DPR RI.

Selanjutnya desakan-desakan juga datang dari Kementerian PPPA, Komnas Perempuan, hingga sejumlah pihak lainnya.

Polri Buka Lagi Kasus Ayah Perkosa 3 Anak

Polri membuka penyelidikan baru untuk mengungkap kasus 'ayah perkosa 3 anak' di Luwu Timur. Polri membuat laporan polisi (LP) tipe A yang dibuat penyidik Polri pada 12 Oktober 2021.

"Saya mendapatkan update dari tim asistensi dari tim Luwu Timur. Di mana penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Kamis (14/10/2021).

Lebih lanjut Ramadhan mengatakan penyelidikan difokuskan dalam rentang waktu 25-31 Oktober 2019. Pasalnya, pada 31 Oktober 2019, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap 3 anaknya yang diduga dicabuli ayah sendiri dan ditemukan kelainan.

"Disampaikan bahwa yang akan didalami oleh penyidik nanti adalah hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu tanggal 25, sampai diperiksanya ketiga korban tersebut di tanggal 31. Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9, dokter menyatakan tidak ada kelainan," tuturnya.

"Pemeriksaan kedua tanggal 24, dokter menyatakan tidak ada kelainan. Kemudian pemeriksaan medis oleh ibu korban di tanggal 31 menunjukkan ada katakanlah kelainan. Kami tidak sampaikan vulgar karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar," sambung Ramadhan.

Polisi juga mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM yang disebut memeriksa korban secara medis pada 31 Oktober 2019 itu. Korban diketahui menjalani pemeriksaan medis di RS Vale Sorowako.

"Tapi pemeriksaan medis yang dilakukan tanggal 31 oleh dokter IM, kira-kira ada kelainan. Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019. Orang tua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir di tanggal 10 Desember 2019, ini yang kelima ya, telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira," imbuh Ramadhan.

Ayah Korban alias Terlapor Polisikan Balik Ibu Korban

Pria inisial S selaku ayah yang diduga memperkosa 3 anaknya melaporkan balik ibu korban ke polisi. S menuding ibu korban yang juga mantan istrinya telah melakukan pencemaran nama baik atas tuduhan pemerkosaan kepada 3 anaknya.

"Mantan suaminya itu membuat laporan pengaduan terhadap mantan istrinya ya. Karena dia ini merasa nama baiknya dicemarkan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dihubungi detikcom, Senin (18/10/2021).

S sebagai terlapor pada kasus 'ayah perkosa tiga anak' itu menuding mantan istrinya berbohong sehingga melakukan tindak pidana seperti diatur dalam UU ITE.

"Laporkan istrinya karena viralnya kasus ini. Makanya dia mengadukan adanya tindak pidana pencemaran nama baik melalui UU ITE. Karena kan di situ yang diadukan istrinya itu mem-blow up persoalan ini melalui media sosial dan juga melibatkan LBH dan Project Multatuli," beber Zulpan.

S hanya melaporkan mantan istrinya. S merasa tak pernah memperkosa anaknya sendiri sebagaimana tudingan mantan istrinya.

"Yang dilaporkan ini mantan istrinya, dilaporkan karena mantan istrinya ini telah membuat berita luas ke masyarakat melalui media sosial sehingga merasa keberatan karena menyerang nama baik dan kehormatan yang bersangkutan," ungkap Zulpan.

"karena isi berita yang disebarkan mantan istrinya, RA kepada masyarakat itu tidak benar dan juga kepada media tidak benar adanya sehingga dia melaporkan ke polisi dalam hal ini Polda Sulsel ya," katanya.

52 Saksi Diperiksa Polisi

Meski terlapor melapor balik ibu korban, polisi tetap meneruskan penyelidikan kasus dugaan ayah memperkosa 3 anaknya. Data yang terakhir kali disampaikan adalah sudah 52 saksi diperiksa.

"Masalah Luwu Timur, jadi sekarang Polres Luwu Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 orang saksi," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (8/11/2021).

52 saksi itu terdiri dari berbagai unsur. Misalnya teman kerja ibu korban hingga dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ketiga anak terduga korban.

"Ya macam-macam. Termasuk pemeriksaan terhadap ibu korban. Ada juga teman kerjanya, ada juga di situ dokter puskesmas, dokter RS Vale, 52 pokoknya lah ya," tuturnya.

Setelah serangkaian perjalanan panjang, polisi kini akan memulai gelar perkara kasus ayah perkosa 3 anak di Luwu Timur. Namun belum dijelaskan lebih lanjut apakah gelar perkara tersebut untuk menaikkan status penyelidikan ke penyidikan ataukah gelar perkara penetapan tersangka.



Simak Video "Korban Dugaan Pencabulan di Luwu Timur Batal Diperiksa Dokter Kandungan"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)