Korban Dugaan Guru SD Cabuli Murid Jadi 3 Orang, Polisi Cari Alat Bukti

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Selasa, 03 Mei 2022 21:10 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi dugaan cabul-pemerkosaan murid SD di Bulukumba (Foto: Zaki Alfarabi / detikcom)
Bukukumba -

Korban kasus pencabulan hingga dugaan pemerkosaan oleh oknum guru sekolah dasar (SD) berinisial MA di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) bertambah menjadi tiga orang murid. Polisi kini mencari alat bukti untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka.

"Total (korban) 3 orang, 3 orang yang melapor," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba Iptu Muhammad Yusuf kepada detikSulsel, Selasa (3/5/2022).

Iptu Yusuf mengatakan, ketiga korban duduk di kelas empat alias seluruhnya merupakan murid dari terlapor MA. MA sejauh ini masih mengingkari pengakuan ketiga korban yang masih berusia 10 tahun.


"Ya namanya terlapor menyangkali perbuatannya, maka kita harus lengkapi bukti-bukti. Yang jelasnya semua (korban) itu kita sudah ambil keterangannya semua yang tiga orang," kata Yusuf.

Menurut Iptu Yusuf, pengakuan ketiga korban ada yang mengaku dicabuli sejak tahun 2021 silam. Sementara dua korban lainnya mengaku dicabuli tahun 2022.

"Keterangan dari korban ini berbeda, ada yang dilakukan dari tahun 2021 sampai 2022 satu orang. Ada yang dua orang ini tahun 2022," kata Yusuf.

Saat disinggung soal bukti visum, Iptu Yusuf mengatakan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba masih menunggu hasilnya dari rumah sakit.

"Belum keluar visumnya, kita tunggu lagi. Insya allah nanti kalau sudah keluar kita konfirmasi lagi," kata Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, dugaan aksi cabul guru SD inisial MA di Bulukumba memperkosa muridnya yang masih berusia 10 tahun terungkap. Dugaan cabul itu terkuak saat korban dibuli rekan-rekannya.

Ayah korban, Kamaruddin mengatakan dugaan pemerkosaan ini terungkap setelah korban dibuli teman-teman mengajinya di masjid di wilayah Kecamatan Bulukumpa pada Rabu (27/4). Korban dibuli rekannya sesama bocah karena dituding dipacari guru MA.

Akibatnya korban mengadu ke guru mengajinya bahwa ia telah diperkosa oleh guru MA. Peristiwa dugaan pemerkosaan itu akhirnya turut diketahui Kamaruddin.

"(Korban mengadu) pernah napanggil guruku ke rumahnya, napanggil ke kamar (selanjutnya korban menceritakan peristiwa diperkosa MA)," ujar Kamaruddin.

MA diduga pertama kali memperkosa korban di rumah terlapor pada Februari 2022. Sementara pemerkosaan yang kedua terjadi di sekolah saat bulan puasa.

"Februari (pertama kali korban diperkosa di rumah). Yang kedua kalinya bulan puasa hari Sabtu 23 April di kantor sekolah," kata Kamaruddin.



Simak Video "Ancam Beri Nilai Jelek, Guru SD di Subang Cabuli 3 Muridnya"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)