2 Wanita Sulawesi Jadi Korban Galaknya Pemilik Utang, Babak Belur-Gigi Copot

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Senin, 16 Mei 2022 21:07 WIB
Poster
Ilustrasi 2 wanita di Sulawesi dianiaya pemilik utang. Foto: Edi Wahyono
Makassar -

Ungkapan pemilik utang lebih galak dari yang memberi utang terbukti benar adanya. Tergambar dari kisah dua wanita berinisial RR di Gowa, Sulawesi Selatan, dan A (21) di Konawe, Sulawesi Tenggara, yang babak belur saat menagih utang dari sang pemilik utang.

Alih-alih mendapatkan pembayaran utang yang ditagih, 2 wanita malang itu malah dianiaya dengan sadis. RR harus menerima jahitan di wajahnya akibat pukulan menggunakan sekop sampah, sementara A harus meringis akibat luka di bibirnya hingga giginya copot akibat tendangan.

Berikut kisah dua wanita Sulawesi yang babak belur saat menagih utang;


Wanita A di Konawe Dianiaya Saat Menagih Hutang

Awalnya, A bersama rekannya yang juga seorang perempuan inisial SW datang ke kantor RW untuk menagih utang pada Senin (9/5). Namun, bukannya mendapatkan kembali uang miliknya, A justru mendapatkan kekerasan dari suami RW yang bernama Ahmad Isra.

"Korban dan rekannya datang untuk menagih uang pinjaman RM di kantor korban bekerja," ujar Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Moch Jacub N. Kamaru kepada detikcom, Rabu (11/5/2022).

Ahmad Isra tiba-tiba menghampiri saat A sedang menagih utang terhadap istrinya. Dia kemudian melayangkan tendangan menggunakan kaki kanannya, yang kemudian menghantam bagian mulut A.

Akibatnya, A meringis kesakitan karena mengalami luka pada bagian wajah, terutama bibir. Bahkan, gigi A copot akibat tendangan tersebut.

Tidak terima akan hal itu, A melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polisi. Polisi lantas mengamankan Ahmad Isra untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan.

"Pelaku sudah ditahan di Mapolres Konawe," ungkap Jacub.

Ahmad Isra mengaku hal itu dilakukannya karena merasa tersinggung atas perkatan A kepada istrinya saat menagih utang.

"Pelaku tersinggung dengan perkataan korban saat menagih hutang kepada istri pelaku," terang Jacob.

Wanita RR Babak Belur oleh TNI karena Menagih Hutang

Niat hati menagih utang beras, wanita asal Gowa berinisial RR harus babak belur dihajar oleh oknum TNI. Kejadian ini berawal saat RR menyambangi rumah Istri Serma MB. Tetapi yang didapati justru Serma RB yang merupakan anggota TNI AD dari Kesdam Kodam XIV/Hasanuddin. RR pun menyampaikan niatnya menagih utang beras senilai Rp 4 juta dari istri Serma B yang tak kunjung dibayarkan.

"Kan pengen jumpa sama istrinya (terduga pelaku), tapi malah jumpa sama suaminya," ujar Kapendam Kodam XIV Hasanuddin Letkol Inf Rio Purwantoro saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (5/5).

RR diketahui sejak lama menjalin kerja sama bisnis penjualan beras terhadap istri Serma MB. Beras yang dijual itu beratnya 50 kilogram dengan harga Rp 500 ribu.

"Dan pada bulan September dan Oktober, utang dia Rp 4 juta. Cuman nggak dibayar-bayar," papar Letkol Rio.

Namun, bukannya menerima pembayaran pelunasan htang RR justru dianiaya Serma MB hingga luka di bagian wajahnya. RR sempat beradu mulut dengan Serma MB karena tidak terima istrinya ditagih utang.

Akhirnya Serma RB tersulut emosi. Tidak lama Ia menghantamkan sekop sampah yang ada didekatnya ke arah wajah RR.

"Serma MB melihat di situ ada sekop (sampah) atau serok itu, dilayangkan ke korban RR ini," kata Letkol Rio, Jumat (6/5).

Akibatnya pelipis pipi RR robek. Ia pun kabur dan pulang ke rumah dengan sejumlah luka di wajahnya. Sesampainya di rumah, RR menangis dan menceritakan kronologi kejadian kepada keluarganya.

Keluarga RR pun membawanya ke rumah sakit untuk perawatan. Juga melaporkan tindakan Serma MB ke kantor Polisi Militer. RR harus menjalani perawatan di rumah sakit Plamonia Makassar. Ia mendapatkan sejumlah jahitan akibat pemukulan tersebut.

Atas tindakannya, Serma MB sudah ditahan dan tengah disidik Pomdam XIV/Hasanuddin. Sebanyak tiga orang saksi pun telah diminta keterangan. Barang bukti sekop sampah yang jadi alat penganiayaan pun diamankan untuk keperluan penyelidikan.

"Alat bukti ada sekop (sampah) yang dipakai untuk menampar atau melayangkan ke pipinya (korban RR) itu," jelasnya.

Serma MB terancam dicopot dari tugasnya di satuan Kesdam XIV/Hasanuddin atas tindak penganiayaan yang dilakukannya terhadap RR. Saat ini telah dinonaktifkan dari tugas sementara usai ditetapkan jadi tersangka.

"Sementara dia masih di POM. Karena gak ngantor, ya sementara iya (belum diizinkan bekerja). Bisa jadi (dicopot)," ucap Letkol Rio.

Atas aksi kekerasannya, Serma MB pun kini diperiksa sampai kepalanya digunduli. Dia terancam hukuman penjara yang juga bisa berimbas pada karirnya.

"Sanksi terberat bisa hukuman 6 bulan atau pun nanti dari proses ini saya belum bisa menjawab. Karier juga berpengaruh dengan yang bersangkutan," jelas dia.



Simak Video "3 Warga Jadi Korban Penganiayaan Preman Lokalisasi di Matraman Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/nvl)