7 Lagu Daerah Buton Sulawesi Tenggara Beserta Lirik dan Maknanya

Sulawesi Tenggara

7 Lagu Daerah Buton Sulawesi Tenggara Beserta Lirik dan Maknanya

Edward Ridwan - detikSulsel
Rabu, 28 Sep 2022 02:00 WIB
Ilustrasi not lagu
Ilustrasi lagu daerah buton (Foto: Getty Images/iStockphoto/CJ_Romas)
Makassar -

Lagu Daerah Buton adalah salah satu identitas budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat Buton. Lagu-lagu daerah ini perlu diketahui dan dijaga agar tetap lestari eksistensinya.

Buton adalah salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pulau terbesar ke 130 di dunia ini terletak di bagian selatan di kaki pulau Sulawesi.

Dalam arti luas, Buton mengacu pada daerah-daerah yang dahulu merupakan bagian dari Kerajaan dan Kesultanan Buton yakni Kepulauan Buton, Kepulauan Wakatobi, Kepulauan Kabaena, Kepulauan Munda dan sebagai daratan di bagian barat daya yaitu Bombana dan Moronene.


Untuk mengenal kebudayaan Buton dengan lebih dekat salah satunya bisa dilakukan dengan mengetahui dan mendengarkan lagu-lagu daerahnya. Berikut 12 lagu daerah Buton yang dilansir detikSulsel dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia:

1. Lagu Daerah Buton Wandiu-Ndiu

Lagu Wandiu-Ndiu adalah salah satu lagu daerah Buton yang menarik. Lagu Ini bercerita tentang seorang ibu yang berubah menjadi ikan duyung sebab terlalu lama berenang di lautan mencari makan untuk anak-anaknya.

Lagu ini dinyanyikan oleh salah seorang anaknya yang memanggil-manggil ibunya pulang untuk menyusui sang adik. Saat ibunya belum bersisik seutuhnya, ia bisa mendengarkan dan datang menemui anaknya.

Namun ketika seluruh tubuhnya dipenuhi dengan sisik ikan, ia tak lagi bisa mendengar nyanyian lagu Wandiu-Ndiu yang dinyanyikan anaknya di pesisir pantai.

Lirik lagu Wandiu-Ndiu

Mai rangoa otula tulana
Wandiu diu
Andiku siy amaaliaka kande yikane
Rampaakana kamiskini Wandiu diu
Soa potiburimo ololuna Wandiu diu
Wa ina Wandiu ndiu
Mai pasusu andiku
Andiku lambata mbata
Akaku Laturungkoleo
Sapaangkana Fajara Alingkamo
Wandiu ndiu
Lausaka pongano yi andala Wandiu ndiu
wandiu ndiu
Apamembalimo o karona o yikane
Yi sarongiakamo o wa ina
wandiu ndiu
wa ina Wandiu ndiu
mai pasusui andiku
andiku lambata mbata
akaku laturungkoleo
mai rangoa otula tulana

2. Lagu Daerah Buton Batu Poara

Batu Poara adalah lagu daerah Buton yang bercerita tentang keindahan dan misteri Batu Poara. Ini adalah salah satu objek wisata yang terletak di kelurahan Wameo, Kecamatan Murhum.

Legenda Batu Poara merupakan pertanda hilangnya salah seorang penyiar agama islam di Buton yang bernama Syech Abdul Wahid secara tiba-tiba. Oleh masyarakat setempat beliau disebut "Apoaromo te Opuna" yang artinya beliau menghadap kepada Tuhannya.

Batu Poara itu sendiri dianggap sebagai makam beliau.

Lirik Lagu Batu Poara

Kaputiana bula ibiwina tawo

barimpuu mia mokasintapana
bealeongi kalapena mborena
batu saangu alente ibawona tawo
Temo duka tawana kaluku abero
bea bero malingu bangka molalo
paumbaia bara sala atosore
ibatu poaro itangana andala
Tuwuana ibiwi tawona ponda
ambore idolangona wa meo
kasintapa takamatea konowia
kalimuana ampea-mpeaure

Temo duka tawana kaluku abero

bea bero malingu bangka molalo
paumbaia bara sala atosore
ibatu poaro itangana andala
Tuwuana ibiwi tawona ponda
ambore idolangona wa meo
kasintapa takamatea konowia
kalimuana ampea-mpeaure

3. Lagu Daerah Buton Hune

Hune merupakan lagu daerah Buton yang menceritakan tentang keindahan burung lokal khas Buton yang disebut Hune.

Burung ini dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Walik kembang. Sejenis burung merpati dengan bulu berwarna hijau dan paruh dan iris matanya berwarna kekuningan.

Lirik lagu Hune

Ane ke hunesu, ane ke hunesu sa'ulu
Te apata nu malingkasa
Te suarano, tunggala rea-rea
Hu hu ...hu hu...huumo...

Toka mea na'e no lolamo
Nohelayisi nakumo
Hune maimo, kumonimpala kokomo
Hunesu maimo hune

4. Lagu Daerah Buton Kampotangkeno

Lagu daerah Buton yang satu ini menceritakan tentang keindahan daerah Kabaena. Daerah yang memiliki ikatan emosional, historikal dan geografis dengan Buton.

Lirik lagu Kampotangkeno

kabaena kampo tangkeno
kampo daa moico hawano
kampo nti nonto mokondoi ira
mbue mbue ntoda meriowu
kampo daa moico hawano
da moico istrahati'a

polihee pokia aruane i tahi
i nonto ea pulau sagori
moico ea ontowahano
sababuna mo uso asapampa

aruane mo kiya
tarono yo e'e ea lakambula
aruane mo kiya
tarono yo e'e ea lakambula

e'e da bonsao tokotu'a
da wowa teyaloi teomokole

5. Lagu Daerah Buton Tana Wolio

Seperti namanya, Tana Wolio merupakan lagu daerah yang bercerita tentang kecintaan dan kebanggaan masyarakat Buton terhadap Tana Wolio. Tana Wolio dulunya merupakan ibukota kerajaan dan kesultanan Buton.

Berikut lirik lagu Tana Wolio

Tana wolio liwuto bau
Bura satongka auwalina
Iweitumo tana minaaku
Lembokanaa moraaku
Tula-tula morikana
Kumalinguakamea
Tabeana mancuana
Bemo sau-saua

Tula-tula morikana
Kumalinguakamea
Tabeana mancuana
Bemo sau-saua

Tana wolio lape-lapea
Ingkita dadi mangura

6. Lagu Daerah Buton Lawananto

Lagu daerah ini menceritakan tentang salah satu lawa (pintu) yang ada di Benteng Keraton Buton. Sebagaimana diketahui Benteng Wolio adalah benteng terbesar di dunia yang ada di Buton.

Terdapat 12 lawa (pintu) yang ada di benteng Keraton Buton. Masing-masing lawa memiliki nama sesuai dengan nama orang yang mengawasinya.

Lawana Lanto artinya pintu yang diawasi Lanto.

Berikut lirik lagu daerah Buton Lawananto:

wolio kumasinaia
rampakana kalimuana
kabumbu te duka kotana molabina
lele mangura baaluwu

kalapena kamatana
obentena momangengena
atinda mpuu atokamata itawo
lawana anto makesana

potonto iaroa gunu
andala momalinona
liwuto yinta abukeaka kaluku
mosuluwina bau=bau

potingaluanamo mia
momarewuna yincana
wiina ngalu alosa inganga randa
abawa lele malimua

potonto iaroa gunu
andala momalinona
liwuto yinta abukeaka kaluku
mosuluwina bau=bau


potingaluanamo mia
momarewuna yincana
wiina ngalu, alosa inganga randa
abawa lele malimua

7. Lagu Daerah Buton Sope-Sope

Lagu Sope-sope berasal dari daerah Buton yang bercerita tentang cerita pelaut yang mengarungi samudera. Sope-sope merupakan perahu tradisional Buton, yang digunakan untuk berlayar hingga ke berbagai wilayah di Nusantara.

Berikut lirik lagu Sope-sope:

Sope sope mo helana
Arope rope itolando
Hela aka subu subu raneo
Aparambangan teja rangka
Sapa angka nafajara
Apabelomo iyati
Manusuru teasora sora pimpi
Aro aro modolango
Tolando momakesana

Dolango momalinona
Labusana momalingu
Bangkamolalo moporo penaiwolio
Tolandomo kasintapa
Isarongiaka batu buti
Dolangona kalampamo mangadana
Atunggua betoambari

Sapa angka nafajara
Apabelomo iyati
Manusuru teasora sora pimpi
Aro aro modolango
Tolando momakesana

Dolango momalinona
Labusana momalingu
Bangkamolalo moporo penaiwolio
Tolandomo kasintapa
Isarongiaka batu buti
Dolangona kalampamo mangadana
Atunggua betoambari



Simak Video "Jokowi Tegaskan Dalam 2 Tahun RI Tak Lagi Impor Aspal"
[Gambas:Video 20detik]
(edr/alk)