Sejarah Kesultanan Buton yang Menggantikan Sistem Pemerintahan Kerajaan

Sejarah Kesultanan Buton yang Menggantikan Sistem Pemerintahan Kerajaan

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 27 Sep 2022 11:11 WIB
Foto Benteng Keraton Buton
Benteng Keraton Buton (Foto: Afif/detikTravel)
Makassar -

Sejarah Kesultanan Buton tidak lepas dari masuknya pengaruh Islam di wilayah Buton yang pada mulanya berbentuk pemerintahan kerajaan. Sejak pengaruh Islam mulai masuk di Buton, sistem pemerintahan yang awalnya berbentuk kerajaan pun berubah menjadi kesultanan.

Mengutip dari buku 'Kerajaan Tradisional Sulawesi Tenggara: Kesultanan Buton' yang diterbitkan oleh Depdikbud RI, Kerajaan Buton mulanya dipimpin oleh raja turun-temurun dari keturunan Dinasti Wa Khaa-Khaa yang berkuasa pada abad ke-13 hingga abad ke-16 Masehi. Raja pertama Kerajaan Buton adalah Wa Khaa-Khaa yang kemudian digantikan oleh putrinya Bulawambona sebagai raja kedua.

Raja ketiga adalah Bataraguru, putra dari Bulawambona. Raja keempat adalah putra Bataraguru yang bernama Tuarade. Karena Raja Tuarade tidak memiliki keturunan, maka raja selanjutnya adalah kemenakannya yang juga sebagai anak angkatnya bernama Raja Mulae yang menjadi raja kelima.


Saat masa pemerintahan raja kelima ini pengaruh Islam sudah mulai masuk di kerajaan Buton. Agama Islam masuk ke Buton dibawa oleh seorang ulama berkebangsaan Arab yang berasal dari Semenanjung Melayu (Johar) bernama Syeikh Abdul Wahid.

Menurut catatan sejarah, Islam mulai masuk di Buton awal abad ke-16, tepatnya tahun 1511. Sumber lain bahkan menyebutkan Islam sudah masuk ke Buton jauh sebelumnya, namun pada saat itu masyarakat Buton masih kuat meyakini agama yang dianutnya.

Kedatangan Syeikh Abdul Wahid menjadikan pengaruh Islam semakin kuat di Buton. Berdasarkan teori Islamisasi yang dijelaskan oleh para ahli, Islam yang masuk ke Buton menjadi kekuatan sosial terlebih dahulu sebelum akhirnya menjadi kekuatan politik.

Mulanya, di ajaran Islam diajarkan di kalangan keluarga dan kerabat dengan dengan cara menjalankan beberapa kewajiban agama. Selain itu, agama Islam juga diajarkan melalui pemberian contoh tingkah laku yang baik untuk ditiru dan diteladani.

Setelah masyarakat mulai meyakini dan mulai menerima ajaran Islam, barulah ajaran Islam mulai diteruskan dengan legitimasi sebagai kekuatan politik. Para pejabat kerajaan saat itu mulai menyebarkan ajaran Islam secara legal.

Selanjutnya, Syeikh Abdul Wahid membawa ajaran agama Islam di Buton...

Simak Video 'Jokowi Dapat Gelar Adat dari Kesultanan Buton, Ini Artinya':

[Gambas:Video 20detik]