Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar narapidana atau warga binaan setelah terlibat kericuhan dengan petugas. Insiden tersebut diduga dipicu pemeriksaan handphone (HP) yang dilakukan petugas lapas.
Pembakaran kantor Lapas Kelas IIB Merauke, Jalan Ermasu pada Jumat (9/10) pagi. Api dilaporkan melanda area lantai 2 kantor lapas hingga memicu kepanikan.
"Betul, dimulai dari situ (pemeriksaan HP oleh petugas lapas)," kata Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga kepada detikcom, Jumat (9/10).
Menurut Leonardo, petugas lapas dan warga binaan memang sempat terlibat perselisihan. Hal inilah yang memicu kericuhan tak terhindarkan.
"Jadi rupanya ada perselisihan antara warga binaan dengan petugas lapas," ungkap Leonardo.
Sementara itu, Wakapolres Merauke Kompol Jerry Koagouw mengatakan polisi menerima laporan keributan di lapas sekitar pukul 10.00 WIT. Personel kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengantisipasi situasi yang lebih buruk.
"Jam 10.00 kami mendapat laporan dari Lapas bahwa ada keributan. Kita merespons mendatangi Lapas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun setibanya di lapas, kantor lapas sudah terbakar," ujar Jerry.
Polisi turut mengerahkan kendaraan taktis water cannon untuk membantu proses pemadaman. Kobaran api yang membakar area kantor lapas kemudian berhasil dipadamkan.
Kericuhan dan kebakaran tersebut juga dimanfaatkan sejumlah warga binaan untuk melarikan diri dari lapas. Polisi sempat mengamankan beberapa narapidana yang kabur saat insiden berlangsung.
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga kemudian memastikan sebanyak 33 narapidana yang melarikan diri telah kembali diamankan dan dimasukkan ke dalam lapas.
"Tadi ada 33 orang dan sudah diamankan semua sudah berada dalam lapas lagi," tutur Leonardo.
Simak Video "Video: 2 Polisi Guatemala Tewas Ditembak Usai Rebut Kendali Penjara"
(hmw/hmw)