Dua kelompok pemuda di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) terlibat perang menggunakan busur dan senjata api rakitan jenis papporo. Pria bernama Kengke dilaporkan tewas dalam perang kelompok itu.
"Kemarin sore itu berapa kali memang didengar ada tembakan Papporo (senjata api rakitan), ada satu warga kena dan meninggal, Kengke biasa dipanggil namanya," kata warga yang berada di lokasi kejadian, Rahmad kepada detikSulsel, Sabtu (10/10/2026).
Bentrokan terjadi antara pemuda Kelurahan Buntu Datu dan Kelurahan Batu Walenrang (Batwal), Kecamatan Talluwanua, Jumat (9/10/) sore. Rahmad menyebut, bentrokan hanya terjadi kurang lebih 11 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daerah situ sudah sering sekali ada pertengkaran, semenjak ada pekerjaan jembatan dulu. Cuma ini kemarin sebentar sekali ji, cuma memang langsung pakai busur, Papporo sama senapan," bebernya.
Dia menuturkan bentrokan tidak berlangsung lama karena polisi datang ke lokasi. Saat polisi tiba, kedua kelompok yang bertikai langsung membubarkan diri.
"Itu saja pas berkelahi tidak adapi polisi, nanti adami korban baru datang polisi. Lari semuami juga itu massa yang bentrok," ungkapnya.
Menurut Rahmad, korban Kengke sempat dievakuasi ke RSUD Sawerigading Palopo. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Meninggal gara-gara itu peluru Papporo masuk di dadanya, begitu kudengar," tutupnya.
