Awal Mula Lapas Merauke Diduga Dibakar Dipicu Ricuh Razia HP

Papua Selatan

Awal Mula Lapas Merauke Diduga Dibakar Dipicu Ricuh Razia HP

Wempi Yance - detikSulsel
Jumat, 09 Okt 2026 17:43 WIB
Lapas Kelas IIB Merauke diduga dibakar.
Foto: Lapas Kelas IIB Merauke diduga dibakar. (dok. Istimewa)
Merauke -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar hingga mengakibatkan sejumlah warga binaan alias narapidana sempat kabur. Insiden ini diduga berawal dari kericuhan antara petugas lapas dengan napi usai pemeriksaan handphone (HP).

Kebakaran terjadi di Lapas Kelas IIB Merauke, Jalan Ermasu pada Jumat (9/10/2026) pagi tadi. Api berkobar di area lantai 2 kantor lapas tersebut.

"Kami Polres Merauke awalnya menerima laporan dari pihak lapas mengenai adanya keributan warga binaan sekitar pukul 10.00 WIT," kata Wakapolres Merauke Kompol Jerry Koagouw dalam keterangannya, Jumat (9/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Polres Merauke pun diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Kendaraan taktis water cannon juga dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman.

"Kami mendapat laporan dari lapas bahwa ada keributan. Kita merespons mendatangi lapas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun setibanya di lapas, kantor lapas sudah terbakar," paparnya.

ADVERTISEMENT

Kobaran api yang melalap area kantor Lapas IIB Merauke 2 lantai pun berhasil dipadamkan. Namun sejumlah napi dilaporkan sempat kabur meski beberapa di antaranya berhasil kembali ditangkap.

"Memang ada beberapa yang sudah kita amankan di Polres. Namun kita belum konfirmasi kepada kalapas berapa jumlah pasti tahanan yang lari. Nanti setelah ini kami koordinasikan," jelas Jerry.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Informasi sementara, pihak lapas sempat melakukan razia handphone (HP) hingga akhirnya memicu kerusuhan dalam lapas.

"Betul, dimulai dari situ (pemeriksaan HP oleh petugas lapas)," kata Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga kepada detikcom, Jumat (9/10).

Keributan itu lantas berujung kebakaran yang diduga disebabkan oleh napi. Situasi itu dimanfaatkan para warga binaan untuk kabur dari tahanan.

"Api berasal dari dalam yang kemungkinan besar disebabkan oleh warga binaan. Jadi rupanya ada perselisihan antara warga binaan dengan petugas lapas," paparnya.

Leonardo menuturkan, para napi yang sempat kabur sudah berhasil diamankan. Dia memastikan situasi di lapas sudah kondusif.

"Tadi ada 33 orang dan sudah diamankan semua sudah berada dalam lapas lagi," pungkas Leonardo.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads