Warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite. Warga pun terpaksa mengantre sejak subuh di SPBU demi mendapatkan BBM.
Pantauan detikcom, Selasa (8/9/2026) pukul 09.00 Wita, terjadi antrean kendaraan di SPBU 74.913.49 Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Polman. Antrean motor dan mobil bahkan mengular hingga sekitar 1 kilometer di badan jalan.
Polisi bersama petugas SPBU pun turun tangan mengatur kendaraan yang antre agar tidak mengganggu arus lalu lintas di lokasi. Warga bernama Irvan mengaku sudah antre sejak subuh.
"Sejak subuh kita sudah ke sini (SPBU) untuk mengantre, sampai sekarang belum dapat BBM," kata Irvan kepada detikcom di lokasi.
Irvan mengatakan sulitnya mendapatkan BBM sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Sebab, warga harus meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM di SPBU.
"Bayangkan saja, rata-rata kami mengantre bisa sampai tiga jam baru dapat. Aktivitas terganggu karena banyak waktu yang terbuang," katanya.
Dia mengungkapkan tidak semua pengendara yang antre berjam-jam dipastikan mendapatkan BBM. Sebab, ada beberapa kejadian pengendara harus pulang tanpa mendapatkan BBM.
"Parahnya itu, karena tidak jarang kita kehabisan BBM sebelum melakukan pengisian. Padahal kami sudah mengantre lama sampai kendaraan mengular sepanjang satu kilometer," ucapnya meyakinkan.
Keluhan serupa disampaikan warga bernama, Mawan. Dia mengaku heran karena stok BBM di tingkat pengecer juga tiba-tiba sulit ditemukan dan jika tersedia harganya tembus Rp 25 ribu per botol ukuran 1,5 liter.
"Ini mi yang buat kita heran, karena tidak ada juga pengecer yang menjual, kita sudah keliling tidak dapat. Kalaupun ada cepat sekali habis dan harganya mahal sampai 25 ribu per botol," bebernya.
Mawan menilai, kondisi diperparah dengan tidak tersedianya BBM jenis Pertamax maupun Pertamax Turbo yang dapat menjadi alternatif bagi warga meski harganya mahal.
"Seandainya mungkin ada Pertamax atau Turbo, mungkin tidak akan susah begini. Karena kita ada pilihan lain," tandasnya.
Dia berharap pihak Pertamina dapat menambah pasokan BBM di SPBU tersebut guna mengatasi kesulitan yang tengah dialami masyarakat. Selain itu, dia meminta pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan distribusi BBM.
"Pasokan harus ditambah agar tidak terus terjadi antrean seperti sekarang. Selain itu, harus ini diawasi distribusi BBM agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," pungkasnya.
Simak Video "Video Motif Pelaku Penembakan Husain: Dendam Penah Dilapor ke Polisi"
(hsr/asm)