Stok BBM di SPBU Bone Dikeluhkan Warga, Pengendara Antre hingga 3 Jam

Stok BBM di SPBU Bone Dikeluhkan Warga, Pengendara Antre hingga 3 Jam

Agung Pramono - detikSulsel
Minggu, 29 Mar 2026 18:02 WIB
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Bone.
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Bone. Foto: (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) turut mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Pengendara harus antre 2 hingga 3 jam di SPBU untuk mendapatkan BBM.

Kondisi ini terjadi di sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bone. Mulai dari SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani, SPBU Lapawawoi, SPBU Palakka, SPBU Agus Salim, SPBU Jalan Gatot Subroto, SPBU Panyula, SPBU Taccipi, SPBU Lappariaja, dan SPBU Lamuru mengalami antrean panjang.

Salah seorang warga Kota Watampone, Didik (27) mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite. Kendaraan harus antre berjam-jam agar bisa kebagian giliran mengisi BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Susah sekali didapat ini bensin (pertalite). Harus ki antre 2 jam, ada juga tadi antre 3 jam," kata Didik kepada detikSulsel, Minggu (29/3/2026).

Didik mengaku, hampir semua SPBU yang berada di wilayah Kota Watampone dipenuhi antrean kendaraan hingga ke jalan poros. Kondisi ini disebut sudah terjadi sejak 4 hari terakhir.

ADVERTISEMENT

"Semua Pertamina (SPBU) di Kota Watampone begini kondisinya (antre berjam-jam), sudah beberapa hari mi ini, sekitar 4 hari mi. Semoga cepat ada pasokan BBM masuk biar tidak antre," bebernya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga BTN Cilellang Mas, Ayung (22). Dia mengaku sudah datang sejak pagi hari di SPBU Jalan Gatot Subroto dengan harapan bisa lebih cepat memperoleh bahan bakar, namun baru bisa mendapatkan BBM pada siang hari.

"Saya datang dari pagi jam 9 supaya cepat dapat pertalite. Tetapi ternyata tetap lama, jam 12 lewat baru ka dapat bensin," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel Muhammad Ridho Hasbullah menyampaikan, Pertamina telah mengambil langkah untuk menjaga kebutuhan energi tetap terpenuhi. Hanya saja masyarakat panik soal pemberitaan terkait BBM.

"Untuk kondisi Sinjai dan Bone polanya sama panic buying ini. Pasokan selalu kita jaga, tapi masyarakat melihat pemberitaan global yang ada, ada antrean BBM di SPBU yang awalnya antre karena wisatawan yang memanfaatkan liburan akhir pekan sebelum minggu depan sudah aktif bekerja, jadi mereka ikut antre BBM juga," sebutnya.

Ridho menerangkan, Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif serta memperkuat koordinasi dengan lembaga penyalur dan pemangku kepentingan setempat, agar penyaluran BBM dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Termasuk bagi nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan energi.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Dengan distribusi yang terjaga, diharapkan aktivitas nelayan dapat kembali optimal," jelasnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads