Lokasi ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kabupaten Biak Numfor, Papua, belum sepenuhnya steril. Ancaman bahaya masih mengintai menyusul ditemukannya sebuah granat aktif pascaledakan yang mengakibatkan enam warga tewas itu.
Tempat kejadian perkara (TKP) dianggap masih berisiko sejak bom meledak Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026). Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua fokus melakukan penyisiran dan sterilisasi di lokasi.
Sterilisasi dilakukan karena dikhawatirkan masih ada benda berbahaya lain yang bisa mengancam keselamatan petugas dan warga. Kecurigaan itu menguat setelah ditemukan proyektil dan granat nanas di TKP ledakan pada Senin (1/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas menemukan dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Tim Jibom telah melakukan disposal atau pemusnahan terhadap granat aktif itu. Tidak mau mengambil risiko, personel tim Jibom ditambah untuk memperkuat sterilisasi khususnya di area Ring 1 yang merupakan titik sumber ledakan.
"Tim Jibom akan kembali melaksanakan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh di area Ring 1 untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas," tegasnya.
Ari menuturkan, proses sterilisasi tetap berjalan beriringan dengan upaya pencarian korban yang masih hilang. Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian.
"Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril, sehingga belum dapat dilakukan pencarian secara maksimal," beber Ari.
Ari menegaskan, lokasi ledakan tetap diawasi secara ketat. Masyarakat diminta menahan diri dan dilarang memasuki TKP ledakan bom khususnya area Ring 1 sampai dianggap aman.
"Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga seluruh unsur aparat yang terlibat dalam penanganan kejadian," imbuh Ari.
Hingga saat ini, tercatat 56 warga terdampak ledakan bom telah dievakuasi ke posko pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah. Warga yang diungsikan terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.
Sementara jumlah korban luka ringan tercatat sebanyak 18 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak. Ledakan bom turut memporak-porandakan 11 rumah dan satu gereja dengan tingkat kerusakan bervariasi.
6 Korban Ledakan Tewas, 3 Masih Hilang
Tim SAR juga telah mengevakuasi 13 potongan tubuh dari TKP ledakan bom peninggalan PD II. Pemilik potongan tubuh belum teridentifikasi lantaran masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Tim gabungan yang melibatkan Basarnas berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh yang selanjutnya akan diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak," terang Ari.
Sementara korban tewas akibat ledakan bom dilaporkan bertambah. Tim SAR awalnya menemukan lima warga tewas, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5).
Kelima korban disebut masih satu keluarga. Lima jenazah telah dimakamkan dalam satu liang lahad di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota, Biak Numfor, Senin (1/6).
Terakhir, satu korban lain bernama Muna Puadi (51) dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Biak, Selasa (2/6) pukul 04.06 WIT. Korban meninggal setelah mengalami patah tulang rusuk sebelah kiri serta pendarahan pada organ limpa korban.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Kini masih ada tiga orang lainnya yang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Ketiganya adalah Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27).
"Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan lokasi kejadian aman melalui proses sterilisasi," jelas Cahyo.
Simak Video "Video: Detik-detik Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)











































