Papua

Tanda Tanya Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II Berujung Maut di Biak Numfor

Tim detikcom - detikSulsel
Selasa, 02 Jun 2026 05:45 WIB
Foto: Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Kasus ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Kampung Yenures, Kabupaten Biak Numfor, Papua, masih menyisakan tanda tanya. Pemicu ledakan bom yang mengakibatkan lima warga tewas tersebut belum juga terungkap.

Polisi masih memprioritaskan evakuasi warga usai bom meledak di Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Pengamanan lokasi ledakan turut dilakukan secara ketat di Kompleks Perumahan Nelayan itu.

"Sementara belum diketahui (pemicu bom meledak), patut diduga dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada detikcom, Senin (1/6).

Lokasi ledakan dianggap masih berisiko sehingga warga lain yang terdampak mesti diamankan lebih dulu. Aparat mewaspadai potensi benda-benda berbahaya lainnya di tempat kejadian perkara (TKP).

"Fokus adalah pengamanan TKP, jangan sampai masih ada barang-barang lain yang membahayakan baik petugas maupun masyarakat," ujar Cahyo.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda Papua telah dikerahkan. Mereka ditugaskan melakukan sterilisasi untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya di lokasi ledakan.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," jelasnya.

Sementara personel Polres Biak Numfor fokus mengamankan lokasi sekaligus membantu penanganan para korban. Petugas juga tetap melakukan pencarian terhadap korban lain yang masih belum ditemukan.

"Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman," terang Cahyo.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan unsur pemerintah daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat. Warga turut diimbau segera melapor jika menemukan benda mencurigakan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar," jelasnya.

Dampak-Korban Ledakan Bom Biak Numfor

Tim gabungan melakukan evakuasi pascaledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)

Data sementara dari Polda Papua, tercatat ada lima orang meninggal dunia akibat ledakan dahsyat di kawasan pesisir padat penduduk itu. Kelima jenazah sempat dievakuasi ke RSUD Biak sebelum akhirnya dimakamkan.

Adapun identitas kelima korban meninggal, di antaranya Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5). Kelima korban disebut masih satu keluarga.

"Seluruh korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor," sebut Cahyo.

Ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan 12 bangunan berupa rumah dan gereja mengalami kerusakan. Cahyo merincikan, sebanyak 2 rumah dan 1 gereja dilaporkan rusak ringan. Sementara sisanya mengalami kerusakan parah.

"9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami rusak berat," ucapnya.



Simak Video "Menikmati Kejernihan Air Laut di Pantai Anggaduber Papua"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork