Sebanyak lima warga tewas akibat ledakan diduga bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, ternyata satu keluarga. Tiga orang lainnya yang juga menjadi korban hingga saat ini masih dalam pencarian.
"Infonya demikian (lima korban tewas satu keluarga)," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada detikcom, Senin (1/6/2026).
Kelima jenazah sempat dievakuasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak. Kelima korban rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota, pada hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban meninggal dunia 5 orang rencana dimakamkan hari ini. Korban belum ditemukan 3 orang," ungkapnya.
Sejumlah potongan tubuh juga ditemukan di lokasi ledakan. Kendati begitu belum dipastikan belum potongan tubuh tersebut diduga milik tiga korban yang masih dalam pencarian atau korban baru lainnya.
"Beberapa potongan tubuh ditemukan kini berada di kamar jenazah RSUD Biak," tambah Cahyo.
Cahyo melanjutkan, ledakan bom turut mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 19 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
"Korban luka-luka ringan 19 orang. Terdampak dan mengungsi 55 jiwa yang terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa," bebernya.
"Rumah hancur atau rusak berat 9 di sekitar titik ledakan, rusak ringan 3," tambah Cahyo.
Berdasarkan data dari Polda Papua, berikut daftar korban tewas dan masih dalam pencarian akibat ledakan bom:
Daftar Nama Korban Bom Biak
Korban Tewas
- Deflin Raubaba (41)
- Moris Raubaba (24)
- Karmila Ayorbaba (25)
- Israel Raubaba (7)
- Isril Raubaba (5)
Korban Hilang
- Yulianus Raubaba (26)
- Lai Madura (45)
- Anis Marandof (27)
Pemicu Ledakan Bom Belum Diketahui
Ledakan bom terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Pemicu ledakan bom hingga kini belum diketahui.
"Sementara belum diketahui (pemicu ledakan bom), patut diduga dari bom atau mortar peninggalan Perang Dunia II," imbuh Cahyo.
Cahyo menuturkan, pihaknya fokus melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP). Aparat mengantisipasi adanya potensi barang membahayakan lain di lokasi.
"Fokus adalah pengamanan TKP, jangan sampai masih ada barang-barang lain yang membahayakan baik petugas maupun masyarakat," jelasnya.
(sar/ata)











































