Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor Rusak 12 Rumah-Gereja

Papua

Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor Rusak 12 Rumah-Gereja

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 01 Jun 2026 15:13 WIB
Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor.
Foto: Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Jumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, bertambah menjadi 12 unit. Bangunan yang rusak terdiri dari rumah dan gereja.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Cahyo merincikan, 3 bangunan di antaranya rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja. Sementara 9 bangunan rusak parah karena berada dekat dengan sumber ledakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami rusak berat," ucapnya.

Ledakan bom tidak hanya mengakibatkan korban meninggal dunia. Insiden itu juga membuat 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa," tambah Cahyo.

Sementara lima jenazah korban ledakan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota. Kelima korban tewas merupakan satu keluarga bernama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5).

Adapun tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Ketiganya masing-masing teridentifikasi bernama Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27).

Tim Jibom Sterilisasi TKP Ledakan Bom

Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua juga dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Personel akan melakukan sterilisasi guna memastikan tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," jelas Cahyo.

Polres Biak Numfor saat ini telah mengamankan lokasi kejadian, membantu penanganan para korban, serta melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar," jelasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads