Sebanyak 3 korban ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, belum ditemukan. Tim SAR gabungan kini memperluas radius penyisiran atau pencarian hingga 1 kilometer dari titik ledakan.
"Untuk progres kegiatan penyisiran yang dilakukan oleh tim gabungan, yang kemarin 500 radius meter dari tempat kejadian perkara, hari ini diperluas jangkauannya hingga 1 kilometer dari titik kejadian perkara," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Sejumlah potongan tubuh juga telah ditemukan dan dievakuasi untuk diidentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua juga akan membantu proses identifikasi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil penyisiran tersebut menemukan beberapa potongan atau serpihan tubuh manusia dan sementara sudah dikumpulkan dan berada di kamar jenazah rumah sakit umum daerah Biak," tuturnya.
Sementara tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua fokus pun masih fokus melakukan sterilisasi di Ring 1 atau area titik ledakan. Sejak dilakukan sterilisasi, sejumlah benda berbahaya juga telah diamankan dari lokasi ledakan.
"Dari beberapa pelaksanaan kegiatan sudah ditemukan benda-benda, barang-barang yang dapat mendukung pengungkapan dari peristiwa yang terjadi," ucapnya.
"Kita berharap temuan-temuan tersebut dapat membuka tabir dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terkait dengan peristiwa ledakan ini," imbuh Cahyo.
18 Potongan Tubuh Dievakuasi dari TKP Ledakan
Hingga saat ini total 18 potongan tubuh telah dievakuasi usai bom meledak di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5). Tim gabungan lebih dulu mengamankan 13 potongan tubuh diduga korban ledakan pada Senin (1/6).
Dari hasil penyisiran lanjutkan, 5 potongan tubuh kembali ditemukan di lokasi ledakan pada Selasa (2/6). Sejumlah potongan tubuh itu belum diketahui identitas pemiliknya lantaran masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Tim gabungan yang melakukan penyisiran di Ring 2 juga kembali menemukan lima potongan serpihan bagian tubuh," kata Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Adapun enam korban meninggal dunia masing-masing bernama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Muna Puadi (51). Keenam jenazah telah dimakamkan.
Sementara tiga korban yang masih dalam pencarian, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27). Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian.
"Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril, sehingga belum dapat dilakukan pencarian secara maksimal," ujar Ari.
(sar/ata)











































