Bupati Kukar Edi Damansyah Gagas Pertanian Terpadu, Siap Pasok Pangan IKN

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Rabu, 04 Sep 2024 23:00 WIB
Foto: Bupati Kukar Edi Damansyah saat melaksanakan panen padi di pedesaan Kukar. (dok.istimewa)
Kutai Kartanegara -

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menggagas program pertanian yang terintegrasi dan modern hingga menjadikan wilayah ini lumbung pangan utama di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemkab Kukar pun siap memasok kebutuhan pangan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kutai Kartanegara memang memiliki posisi strategis yang tidak bisa diabaikan, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Bumi Etam. Tanah yang subur, petani yang gigih, dan program-program terencana menjadikan Kukar bukan hanya sebagai penyangga pangan Kalimantan Timur namun juga calon pemasok utama kebutuhan pangan IKN.

Edi Damansyah berdiri di garis depan memimpin program yang memastikan transformasi sektor pertanian Kukar mampu menjawab tantangan masa depan. Program Dedikasi Kukar Idaman menjadi fondasi dari upaya Pemkab Kukar dalam mewujudkan visi besar ini.

Melalui program Kukar Idaman, Edi Damansyah berupaya menjamin kelangsungan ekonomi dengan fokus utama pada pertanian. Program ini menetapkan kawasan-kawasan strategis pertanian yang dikelola secara terpadu, mulai dari lahan pertanian hingga sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan.

"Bapak Bupati selalu menekankan, setiap penetapan kawasan harus berbasis data," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhamad Rifani dalam keterangannya, Rabu (4/9/2024).

Dia mengatakan dari hasil verifikasi ditetapkan sebanyak 13 kawasan sebagai kawasan pertanian terpadu, 5 di antaranya mencakup lebih dari 1.000 hektare lahan. Wilayah tersebut tersebar di 6 kecamatan, termasuk Tenggarong dan Muara Kaman, yang menjadi pusat kegiatan pertanian dengan luas total mencapai 7.628 hektare.

Salah satu pilar dari program ini adalah pembangunan embung, penampung air skala kecil yang menjadi kunci dalam menjaga kestabilan suplai air bagi lahan pertanian. Saat musim kemarau melanda, embung ini berfungsi sebagai penyelamat, memastikan air tetap tersedia bagi lahan-lahan pertanian.

Hingga 2023, sebanyak 40 embung telah dibangun, masing-masing mampu mengairi hingga 10 hektare lahan. Pada 2024, jumlah embung direncanakan mencapai 63 unit, melampaui target awal 60 embung.

"Embung ini adalah tumpuan petani saat cuaca tidak menentu, memastikan mereka tetap bisa menanam dan memanen tanpa harus khawatir kekurangan air," kata Rifani.

Selain embung, pemerintah juga berfokus pada pembangunan jalan usaha tani, infrastruktur vital yang menghubungkan lahan pertanian dengan jalur distribusi utama. Jalan usaha tani tidak hanya memudahkan para petani dalam mengangkut hasil panen mereka, tetapi juga memotong biaya distribusi yang kerap menjadi beban besar dalam rantai pasok pangan.

Sepanjang 112,58 kilometer jalan usaha tani telah dibangun hingga 2023, dan pada 2024, tambahan 53,92 kilometer diproyeksikan akan selesai. Jumlah tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan hingga 2026.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...



Simak Video "Menghabiskan Waktu Bersama Warga dalam Kegiatan Seru di Pantai Pulau Segajah, Kalimantan Timur"

(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork