29 Babi di Toraja Utara Mati Mendadak Diduga Kena Virus ASF

29 Babi di Toraja Utara Mati Mendadak Diduga Kena Virus ASF

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Rabu, 07 Okt 2026 21:14 WIB
Sebanyak 29 babi di Toraja Utara mati mendadak diduga akibat virus African Swine Fever.
Foto: Sebanyak 29 babi di Toraja Utara mati mendadak diduga akibat virus African Swine Fever. (dok. istimewa)
Toraja Utara -

Sebanyak 29 ekor babi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan mati mendadak periode Juli hingga Oktober 2026. Puluhan hewan ternak ini diduga terjangkit virus African Swine Fever (ASF).

"(tujuh) Tiba-tiba mati, padahal paginya masih sehat sekali, bahkan lompat-lompat kesenangan waktu dibawakan makanan," ujar peternak bernama Rani Patasik kepada detikSulsel, Rabu (7/10/2026).

Rani memiliki 9 ekor babi yang dipelihara di kendang berbeda di Dusun Karongian, Desa Sa'dan Ulusalu, Kecamatan Sa'dan. Tujuh babinya mati mendadak pada Minggu (4/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku tidak tahu pasti penyebab ternak babinya mati. Namun dia menemukan ada kemerahan di leher babinya yang mati.

"Saya tidak tahu (penyebabnya). Kalau soal penyakit babi saya rasa tidak ada karena itu babi masih semangat sekali makan, tidak ada tanda-tanda sakit," katanya.

ADVERTISEMENT

"Kalau dibilang ada penyakit babi, anaknya yang akan mati duluan karena ada anaknya kecil 2 ekor, tapi anaknya itu 2 ekor sehat selalu sampai sekarang," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Toraja Utara, Daud Pala'langan membenarkan kematian mendadak sejumlah babi milik warga. Dia mengungkapkan sudah 29 ekor babi mati mendadak di lokasi yang berbeda.

"Memang pernah dulu kami dapati juga babi tiba-tiba mati di Bolu daerah Rantepaku. Kalau tidak salah, jumlahnya 22 ekor. Berdasarkan keterangan dokter hewan, itu virus ASF. Kemarin itu laporannya ada lagi 7 ekor di wilayah Sa'dan," kata Daud.

Menurut Daud, virus ASF tersebut ditularkan babi yang berasal dari luar daerah. Pihaknya pun melakukan pemeriksaan di perbatasan untuk hewan yang masuk ke Toraja Utara.

"Kemungkinan virusnya itu dari luar Toraja, makanya kita lakukan pemeriksaan di perbatasan bersama dokter hewan. Kalau sehat kita masukkan, kalau sakit langsung kita suruh putar balik," ungkapnya.

Pemkab Toraja Utara juga telah meminta 2.000 vaksin ke Pemprov Sulsel untuk mencegah penyebaran ASF. Vaksin tersebut dijadwalkan tiba pada November mendatang.

"Kita sudah minta vaksin ke Dinas Peternakan Provinsi Sulsel dan kita dijanjikan 2.000 vaksin. Katanya bulan November baru datang. Untuk itu kita aktif sosialisasi sementara untuk tindakan pencegahan," pungkasnya.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads