Kronologi 3 Mahasiswa Untad Diduga Dianiaya Sadis 20 Senior

Sulawesi Tengah

Kronologi 3 Mahasiswa Untad Diduga Dianiaya Sadis 20 Senior

Rangga Musabar - detikSulsel
Rabu, 07 Okt 2026 20:41 WIB
Tiga mahasiswa Untad Palu dianiaya oleh 20 seniornya, termasuk disulut rokok. Korban telah melapor ke polisi dan menjalani visum.
Foto: Tiga mahasiswa Untad Palu dianiaya oleh 20 seniornya, termasuk disulut rokok. (dok. istimewa)
Palu -

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berinisial KN, HRM, dan ZRY diduga dianiaya sadis oleh 20 seniornya di dalam kampus di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Korban mengalami luka memar dan kulit melepuh disulut rokok.

Kuasa hukum korban, Jonathan Salam mengatakan kasus kekerasan itu terjadi di lingkungan kampus Untad Palu pada Selasa (6/10). Tiga mahasiswa itu awalnya mengikuti perkuliahan bersama temannya yang lain dengan mata kuliah Perkembangan Arsitektur.

"Korban bertiga merupakan mahasiswa semester tiga di Fakultas Teknik yang sedang mengikuti perkuliahan mata kuliah Perkembangan Arsitektur," kata Jonathan kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat perkuliahan berlangsung, tiga mahasiswa itu ditegur oleh dosennya berinisial FJ. Tiga mahasiswa itu ditegur karena ketahuan menggunakan handphone (HP).

"Ditegur oleh dosen, tapi mungkin tidak diindahkan. Pada teguran kedua, dosennya tersinggung hingga menangis," beber Jonathan.

ADVERTISEMENT

Setelah kejadian tersebut, tiga mahasiswa itu mendatangi dosennya untuk meminta maaf. Namun permintaan maaf itu tidak diterima, dosen itu kemudian melibatkan pengurus Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA).

"Respon dosen itu tidak langsung memaafkan, tetapi marah. Yang menjadi tanda tanya, ketika dosen tersebut melibatkan Himpunan Mahasiswa Arsitektur kampus, senior-senior dari korban ini. Setelah keluar dari ruangan dosen, senior-senior itu memanggil mereka (korban)," ungkapnya.

Jonathan menuturkan tiga mahasiswa itu dipanggil ke sebuah ruangan dan langsung dianiaya. Akibatnya, korban mengalami luka memar dan kulit melepuh karena disulut rokok.

"Mereka disuruh jongkok, kemudian dipukuli membabi buta kurang lebih selama hampir satu jam di dalam ruangan. Selain luka lebam, ada juga luka melepuh karena disulut puntung rokok," jelas Jonathan.

Selain kekerasan fisik dan verbal, korban laki-laki juga dipaksa melepas pakaiannya. Korban kembali mengalami kekerasan dan bahkan diancam akan diarak keliling kampus.

"Yang sangat memprihatinkan, korban laki-laki disuruh melepaskan pakaian, 'hampir telanjang'. Dalam kondisi seperti itu mereka dipukuli. Kemudian ada indikasi akan diarak di lingkungan kampus," tuturnya.

Jonathan menyebut dugaan aksi penganiayaan tersebut melibatkan sekitar 20 senior korban. Namun yang diduga menjadi dalang penganiayaan itu berjumlah enam orang.

"Kurang lebih 20-an. Tapi ada enam orang aktor intelektual. Kurang lebih enam orang aktor intelektual," sebutnya.

Setelah kejadian tersebut, ketiga korban kemudian melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polresta Palu. Para korban juga telah mendatangi rumah sakit untuk menjalani visum et repertum.

Humas Polresta Palu Aiptu I Kadek Aruna membenarkan adanya laporan korban. Dia mengatakan kasus itu kini ditangani Satreskrim Polresta Palu.

"Ya benar, kasus tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Palu untuk dilakukan proses penyelidikan," kata Kadek Aruna kepada detikcom.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads