Forum Bersama Jurnalis Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar unjuk rasa mendesak Pj Gubernur Sultra untuk mencopot Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra. Unjuk rasa sempat memanas hingga massa aksi sempat bersitegang dengan Satpol PP.
Pantauan detikcom di Kantor Gubernur Sultra, pada Kamis (9/11), massa berorasi meminta Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mencopot Dirut Bank Sultra Abdul Latif karena pegawainya dituding menghalang-halangi kerja jurnalis.
Namun, ternyata Andhap tidak bisa menemui massa aksi dan mewakilkan kepada Sekda Sultra Asrun Lio. Massa pun berinisiatif membubarkan diri karena tak ditemui Andhap.
Massa kemudian keluar kantor Gubernur Sultra dan kembali membentangkan alat peraga aksi yang membuat Kepala Satpol PP Sultra Hamim Imbu geram. Aksi pun berujung memanas dan massa aksi saling dorong dengan anggota Satpol PP Sultra.
"Woi mas kasi turun (alat peraga aksi)," ujar Hamim membentak saat sesi wawancara.
Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kendari La Ode Kasman Angkosono menyayangkan sikap Pj Gubernur Sultra yang tidak menemui massa aksi. Sehingga massa memutuskan untuk pulang.
"Maka kami memutuskan untuk pulang karena pengambil kebijakan penuh terhadap keputusan yang harus dilakukan di Bank Sultra itu adalah pak Pj Gubernur Sultra," kata Kasman kepada wartawan, Kamis (9/11/2023).
Menurut Kasman, Pj Gubernur Sultra merupakan Pemegang Saham Pengendali (PSP) di Bank Sultra. Sehingga, Pj Gubernur Sultra memiliki peran penting untuk mengambil kebijakan di institusi tersebut.
"Pak Pj Gubernur itu PSP di sana, jadi kalaupun hari ini yang kita minta mencopot Dirut Bank Sultra, bisa dilakukan pak Pj Gubernur," ujarnya.
Simak duduk perkara di halaman berikutnya..
Simak Video "Melakukan Cliff Jumping Seru dari Tebing Goa Kontamale di Sulawesi Tenggara "
(hmw/hsr)